Seri Tokoh Buddhis #9 – Ajahn Sumedho

Seorang bhikkhu kelahiran Amerika, Ajahn Sumedho (Robert Jackman) lahir pada 25 Juli 1934 di Seattle, Washington. Beliau adalah seorang bhikkhu tradisi Thai Forest mazbah Theravada. Kata Ajahn bukanlah nama, tetapi berarti “Guru”. Beliau bekerja selama 4 tahun di US Navy selama perang Korea sebagai tenaga medis. Setelah menyelesaikan tugasnya di angkatan laut, beliau menyelesaikan sarjananya mengenai studi Timur Jauh di Universitas Washington dan menyelesaikan gelar masternya mengenai studi Asia di University of California, Berkeley. Setelah itu beliau bekerja selama setahun di Palang Merah. Setelah itu, beliau bekerja di Peace Corps sebagai guru bahasa Inggris.

Pada saat pertama kali ke Bangkok, beliau berlatih meditasi sebagai orang awam. Di pagi hari beliau mengajar bahasa Inggris di Universitas Tammasat dan di sore hari beliau berlatih meditasi. Beliau kemudian memutuskan untuk menjadi bhikkhu, tetapi beliau tidak ingin menetap di Bangkok. Sewaktu beliau berlibur di Laos, beliau berjumpa dengan bhikkhu asal Kanada dan menyarankan beliau untuk diumpasampada di suatu kota di wilayah Thailand di seberang sungai Mekong. Beliau mengikuti nasihatnya dan menerima umpasampada di kota Nong Khai, timur laut Thailand pada Juni 1966. Di tahun tersebut beliau lebih banyak berlatih sendiri, tanpa adanya bimbingan guru. Meskipun berhasil melakukannya, beliau merasa bahwa ia memerlukan seorang guru yang bisa memandu ia. Tahun berikutnya, beliau bertemu dengan seorang murid Ajahn Chah. Dia adalah seorang bhikkhu Thai yang dapat berbahasa Inggris. Dia kemudian mengajak Ajahn Sumedho untuk bertemu seorang guru yang luar biasa, Ajahn Chah. Akhirnya Ajahn Sumedho menetap di vihara Ajahn Chah selama sepuluh tahun.

Pada tahun 1975, beliau dibantu untuk mendirikan Wat Pah Nanachat, International Forest Monastery di timur laut Thailand. Pada tahun 1977, Ajahn Sumedho bersama Ajahn Chah berkunjung ke Inggris. Setelah mengamati minat terhadap agama Buddha di Barat, Ajahn Chah mendukung Ajahn Sumedho untuk tinggal di Inggris dengan maksud membuka cabang monastery di UK. English Sangha Trust mengundang Ajahn Sumedho untuk menetap di Vihara Hampstead. Pada tahun 1979 English Sangha Trust menjual vihara dan membeli Cithurst House yang sekarang menjadi Cittaviveka Forest Monastery di West Sussex. Cittaviveka tumbuh dengan pesat terutama setelah dibangunnya sima yang dibangun tahun 1981 dan Ajahn Sumedho diberikan otoritas untuk melakukan pentahbisan. Sejak saat itu, Monastery telah dibuka di Switzerland, Italy, New Zealand, California, dan Devon. Pada tahun 1984 dibangunlah Amaravati Buddhist Monastery, dekat Hemel Hempstead, Inggris. Ajahn Sumedho kemudian menjadi kepala vihara di sana.

Amaravati Buddhist Monastery

Tradisi Thai Forest

Tradisi Hutan Thai adalah gerakan dari mazbah Theravada Thailand yang menekankan pada meditasi dan kepatuhan terhadap vinaya sebagai dasar dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan namanya, tradisi ini berasal dari Thailand terutama bagian timur laut Thailand. Pengikut tradisi ini percaya bahwa gaya hidup seperti ini adalah gaya hidup yang paling mendekati dengan gaya hidup di India pada jaman Sang Buddha.

Asal usul

Tradisi Thai Forest ini didirikan pada awal tahun 1900an oleh seorang bhikkhu hutan terkenal yaitu Ajahn Sao Kantasilo Mahathera dan muridnya yaitu Ajahn Mun Bhuridatta. Kemudian tradisi ini disebarluaskan oleh Ajahn Chah dengan muridnya yaitu Ajahn Sumedho.

 

Sumber: Majalah Dawai No. 51, November 2008