Seri Tokoh Buddhis #6 – Ananda, Sang Pelindung Dhamma

Dambulla Sri Lanka Cave Temples - Patung Siswa Setia Ananda dengan Sang Buddha yang sedang duduk

Di antara semua siswa utama, Ananda kemungkinan memiliki hubungan yang paling dekat dengan Sang Buddha. Khususnya pada tahun-tahun awal kehidupan Sang Buddha, Ananda merupakan pelayan serta teman terdekatnya. Ananda juga diingat sebagai siswa yang mengulangi kembali semua Dhamma yang pernah dibabarkan oleh Sang Buddha, hanya dengan mengandalkan ingatannya, di Konsili Pertama setelah Sang Buddha Parinibbana.

Ananda adalah sepupu dari Sang Buddha, karena ayah Ananda bersaudara dengan Raja Suddhodana. Dikatakan ketika Sang Buddha kembali ke Kapilavastu untuk pertama kalinya setelah mencapai Penerangan Sempurna, Ananda mendengar pembabaran Dhamma-Nya dan memutuskan untuk menjadi siswa Sang Buddha.

Akan tetapi, setelah ini mulai banyak cerita-cerita yang saling bertolak belakang mengenai Ananda. Menurut beberapa tradisi, Pangeran Siddharta dan Ananda dilahirkan pada hari yang sama dan oleh karenanya memiliki umur yang sama. Sedangkan tradisi lain mengatakan bahwa Ananda masih anak-anak, kira-kira berusia tujuh tahun, saat ia bergabung dengan Sangha, sehingga membuatnya lebih kurang 30 tahun lebih muda daripada Sang Buddha. Karena Ananda hidup lebih lama dibandingkan Sang Buddha dan kebanyakan siswa utama lainnya, diduga versi cerita mengenai Ananda yang kedua lebih benar.

Ananda dikatakan adalah seseorang yang rendah hati dan pendiam, serta selalui melayani Sang Buddha dengan setia. Ia juga dikatakan memiliki ingatan yang luar biasa; ia dapat mengulangi kembali setiap Dhamma yang dibabarkan oleh Sang Buddha, kata demi kata, setelah hanya mendengarkannya sekali saja. Selain itu, berkat Ananda lah, sampai sekarang ini wanita diterima masuk ke dalam persaudaraan Sangha. Akan tetapi, Ananda lebih lambat dalam mencapai penerangan dibandingkan para siswa lainnya, dan hanya berhasil setelah Sang Buddha Parinibbana.

Pelayan Sang Buddha

Ketika Sang Buddha berusia 55 tahun, Beliau memberitahu Sangha bahwa Ia akan membutuhkan seorang pelayan. Tugas pelayan adalah kombinasi dari pelayan, sekretaris, dan orang kepercayaan. Orang ini harus mengerjakan tugas-tugas seperti mencuci dan menjahit jubah supaya Sang Buddha bisa berfokus memberikan ajaran Dhamma. Orang ini juga bertugas menyampaikan pesan serta terkadang berperan sebagai penjaga pintu, supaya Sang Buddha tidak dikerumuni oleh terlalu banyak pengunjung sekaligus.

Setelah itu, banyak bhikkhu yang mengajukan diri untuk menjadi pelayan Sang Buddha. Akan tetapi, Ananda tetap diam. Saat Sang Buddha menanyakan sepupu-Nya untuk menerima posisi ini, Ananda mengatakan bahwa ia akan menerimanya, hanya jika Sang Buddha tidak pernah memberikan makanan, jubah, atau akomodasi spesial lainnya, supaya posisi ini tidak memberikan Ananda keuntungan materi.

Ananda juga meminta agar ia dapat mengutarakan keraguannya kapanpun ada kepada Sang Buddha, serta untuk Sang Buddha dapat mengulangi pembabaran Dhamma yang mungkin tak didengarnya karena harus melaksanakan tugas pelayan. Selanjutnya, Sang Buddha pun setuju dengan persyaratan ini, dan Ananda menjadi pelayan Sang Buddha selama 25 tahun hingga Sang Buddha Parinibbana.

Penahbisan Pajapati

Kisah tentang penahbisan bhikkhuni pertama adalah salah satu bagian paling kontroversial dalam Pali Kanon. Dalam kisah ini, Ananda memohon Sang Buddha yang awalnya ragu untuk menahbiskan ibu tiri dan tantenya, Pajapati, beserta wanita-wanita yang mengikutinya untuk masuk ke Sangha dan menjadi bhikkhuni.

Sang Buddha akhirnya menyetujui wanita ditahbiskan menjadi Sangha. Akan tetapi, Beliau juga menyatakan bahwa hal ini bisa membawa kehancuran bagi Sangha.

Beberapa cendekiawan berargumen bahwa jika benar Ananda berusia 30 tahun lebih muda daripada Sang Buddha, maka ia pastinya masih anak-anak ketika Pajapati memohon kepada Sang Buddha untuk ditahbiskan. Hal ini memberi kesan bahwa kisah ini ditambah, atau setidaknya ditulis ulang, jauh setelahnya oleh seseorang yang tidak setuju akan para bhikkhuni. Tetap saja, Ananda dianggap sebagai orang yang mendukung hak wanita untuk ditahbiskan.

Relief di Jawa Timur, menggambarkan saat-saat terakhir Sang Buddha, dan Ananda

Parinibbana

Salah satu teks paling penting dalam Sutta Pitaka Pali adalah Maha-parinibbana Sutta, yang menjelaskan tentang hari-hari terakhir, kematian, serta Parinibbana dari Sang Buddha. Lagi dan lagi, dalam sutta ini kita lihat Sang Buddha menyebut Ananda, mengujinya, memberinya ajaran terakhir. Dan ketika para bhikkhu berkumpul di sekitar-Nya sebelum Sang Buddha Parinibbana, Beliau memuji Ananda – “Wahai para bhikkhu, Bhagava, Arahat, Buddha masa lampau juga memiliki pelayan yang luar biasa dan setia, seperti Ananda.”

Penerangan dan Konsili Buddhis Pertama

Setelah Sang Buddha Parinibbana, 500 orang bhikkhu yang telah tercerahkan berkumpul bersama untuk mendiskusikan bagaimana ajaran Sang Buddha dapat dilestarikan, karena tidak ada pembabaran Dhamma yang ditulis dan dicatat. Ingatan Ananda akan Dhamma yang dibabarkan Sang Buddha memang dihormati, tapi ia belum mencapai penerangan. Bolehkah ia mengikuti konsili?

Karena Parinibbana Sang Buddha berarti tugas-tugas Ananda sudah berkurang, ia pun sekarang bisa fokus bermeditasi. Pada malam hari sebelum Konsili dimulai, Ananda mencapai penerangan, sehingga pada keesokan harinya ia menghadiri Konsili dan dipercayakan untuk mengulangi kembali semua Dhamma yang pernah dibabarkan Sang Buddha.

Selama beberapa bulan lamanya ia mengulang kembali Dhamma, dan setelah itu semua bhikkhu yang menghadiri setuju untuk mengingat apa yang diulangi Ananda serta melestarikan ajaran Sang Buddha secara lisan. Selanjutnya, Ananda pun terkenal dengan sebutan “Penjaga Dhamma.”

Dikatakan bahwa Ananda hidup hingga mencapai 100 tahun. Pada abad ke 5 SM, seorang penziarah Tiongkok melaporkan menemukan sebuah stupa menyimpan relik Ananda, yang dijaga oleh seorang bhikkhuni. Sampai sekarang ini, kisah kehidupannya tetap menjadi contoh kesetiaan dan ketekunan bagi kita semua.