Apa itu Kanon Pali?

Kanon Pali adalah kumpulan naskah-naskah suci yang sangat penting bagi aliran Theravada agama Buddha. Kitab ini mengandung kumpulan ajaran (sutta) terbanyak yang berkaitan dengan sejarah agama Buddha, serta juga mengandung bagian-bagian yang mengatur tentang monastik dan filosofi Buddhis.

Penulis naskah-naskah ini bukanlah Sang Buddha sendiri, maupun para siswanya saat masa kehidupan Sang Buddha. Dikatakan bahwa tak lama setelah Sang Buddha Parinibbana, lima ratus orang siswanya berkumpul mengadakan Sidang Agung Pertama, yang dipimpin oleh Y.A. Kassapa Thera. Bhikkhu yang ingatannya kuat mengulang kembali semua ajaran yang pernah diberikan Sang Buddha, sedangkan yang lain menanamkannya dalam memori. Saat itu, Y.A. Upali mengulang tentang tata tertib bagi para bhikkhu dan bhikkhuni (Vinaya) dan Y.A. Ananda mengulang kembali semua khotbah yang pernah diutarakan Sang Buddha.

Kemudian, ajaran Buddha akhirnya dituliskan di Sri Lanka pada akhir abad ke-1 SM, sekitar lima ratus tahun setelah Sang Buddha Parinibbana. Tulisan asli ajaran Buddha yang ditranskrip dalam bahasa Sri Lanka telah hilang dimakan waktu. Catatan yang masih ada hingga sekarang dan yang kita kenal sebagai Kanon Pali mulai ditulis tahun 800 M.

Bahasa yang digunakan dalam naskah aslinya merupakan campuran dari berbagai dialek Prakrit kuno yang akhirnya disebut sebagai bahasa Pali, yang artinya “naskah”. Meskipun bahasa Pali bukanlah bahasa yang dipakai Sang Buddha, bahasa Pali masih erat kaitannya.

Kanon Pali juga disebut sebagai Tripitaka, yang artinya “tiga keranjang”, karena kitab ini punya tiga bagian. Vinaya Pitaka berisi peraturan-peraturan monastik; Sutta Pitaka mengandung wacana antara Sang Buddha dengan siswa-siswa utamaNya, beserta komentar-komentar dan karya lainnya; serta Abhidharma Pitaka, juga dikenal sebagai keranjang “filsafat sistematis”, merincikan tentang doktrin-doktrin Buddhis, khususnya tentang sifat-sifat batin.

Sekarang ini, sebagian besar Tripitaka telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, meskipun membutuhkan waktu cukup lama, sebab Tripitaka kira-kira 11 kali lebih panjang daripada Alkitab. Selain itu, bahasa Pali merupakan bahasa yang sudah tidak digunakan lagi selama berabad-abad, serta masih banyak kata-kata Pali yang belum dimengerti. Kesulitan lainnya yaitu karena sudah banyak naskah Buddhis yang hilang atau masih belum ditemukan di luar sana.

Apabila Anda ingin mendalami ajaran Buddha, berikut ini daftar naskah yang terdapat dalam Tripitaka:

Tetap saja, perlu diingat bahwa meskipun mempelajari dan membaca Kanon Pali tidak salah, yang paling penting dalam agama Buddha adalah berlatih dan mempraktikkan apa yang sudah kita pelajari. Dalam agama Buddha, Kanon Pali tidak menyediakan jawaban, melainkan penerangan harus dicari dengan cara berlatih dan bermeditasi. Semuanya sudah ada dalam diri Anda.