Apa Penyebab Meninggalnya Seseorang?

Kita semua tahu bahwa kematian bisa datang kepada siapapun dan kapanpun, tanpa peduli apakah dia itu masih muda atau sudah tua, orang kaya atau orang miskin, laki-laki atau perempuan – tidak ada seorang pun yang bisa menghindari kematian.

Menurut agama Buddha, kita meninggal dunia karena beberapa alasan. Seperti halnya lilin yang apinya bisa padam akibat ditiup angin atau karena sudah habis lilinnya, kematian kita pun bisa terjadi karena beberapa sebab, baik karena memang ‘jatah’ hidup kita sudah habis, atau pengaruh luar yang tiba-tiba memutus kehidupan kita. Untuk lebih jelasnya, terdapat 4 penyebab seseorang meninggal dunia, yaitu:

Energi karma penyebab sudah habis (kammakkhaya)

Umat Buddha menyakini bahwa pikiran, kemauan, atau keinginan muncul paling kuat saat kematian datang dan menjadi pendorong kelahiran berikutnya. Proses pikiran terakhir inilah yang memiliki kemampuan khusus. Saat energi karma penyebab (janaka) sudah habis, kegiatan organik tubuh yang biasanya terjadi saat hidup akan berhenti bahkan sebelum akhir jangka waktu hidup. Hal ini sering terjadi pada makhluk yang dilahirkan di alam sengsara (apaya).

Waktu kehidupan yang berbeda-beda (ayukkhaya) di alam-alam yang berbeda pula

Hal ini berlaku pada kematian yang disebabkan oleh usia tua. Misalnya, di alam manusia usia harapan hidup rata-rata adalah 70-100 tahun, tapi di alam surga kita bisa hidup jauh lama. Demikian juga di alam hewan atau alam neraka; masing-masing usia harapan hidupnya berbeda dengan yang berlaku di alam manusia.

Kamma penyebab habis bersamaan dengan berakhirnya jangka waktu hidup (ubhayakkhaya)

Merupakan gabungan dari dua penyebab kematian di atas. Biasanya terjadi pada orang yang tua sekaligus sakit-sakitan, yang akhirnya meninggal dunia.

Adanya karma yang lebih kuat dan tidak terduga bekerja berlawanan dengan karma penyebab dan terjadi sebelum jangka waktu hidup berakhir (upacchedaka kamma)

Inilah yang disebut kejadian tak terduga yang menyebabkan kematian pada seseorang meskipun orang tersebut masih muda dan sehat-sehat.

Apa Penyebab Meninggalnya Seseorang?
Apa Penyebab Meninggalnya Seseorang?

Nah, dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa kematian berkaitan erat dengan karma, serta berpengaruh besar pada alam di mana kita akan dilahirkan selanjutnya. Jika ada seseorang yang mati muda, itu karena memang ‘jatah hidupnya’ hanya 5 tahun. Yang penting adalah ke mana dia akan dilahirkan selanjutnya. Apabila mati muda, tapi selanjutnya lahir di alam surga, tentu merupakan karma baik.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita bisa berbuat, berbicara, serta berpikiran yang baik setiap harinya untuk memupuk karma baik. Lagipula, kita tidak tahu kapan jatah waktu kita untuk hidup akan habis; kalau bukan sekarang, kapan lagi kita akan berbuat baik? Alam surga ada 6; jika kita ingin lahir kembali menjadi dewa, cukup perbanyak karma baik kita, laksanakan Pancasila dengan tekun, serta memiliki hiri dan ottapa, dijamin kita akan terlahir di surga. Justru yang sulit adalah terlahir kembali menjadi manusia, sebab dari 31 alam kehidupan, hanya ada 1 alam manusia.

Oleh karena itu, hargailah waktu Anda di alam manusia ini. Menjadi manusia berarti lebih banyak kesempatan untuk mempelajari Dharma dan melatih Pancasila serta Jalan Mulia Berunsur Delapan, agar semakin hari semakin mendekati tujuan akhir seluruh umat Buddha, yaitu Nibbana. Yuk, selagi masih menjadi manusia, kita manfaatkan waktu kita untuk mempelajari dan mempraktikkan Dharma ajaran Sang Buddha, agar suatu hari kita juga bisa terbebas dari lingkaran kelahiran kembali, yang hanya mendatangkan penderitaan.