Apa Saja Aliran Utama Agama Buddha?

Agama Buddha bukanlah agama yang tunggal. Sama seperti agama-agama lainnya, terdapat berbagai aliran yang berada di bawah naungan agama Buddha. Semua aliran ini memiliki fondasi dasar dan keyakinan inti yang sama, seperti karma, reinkarnasi, dan Buddha. Akan tetapi, tetap saja terdapat perbedaan-perbedaan antara berbagai aliran agama Buddha.

Agama Buddha biasanya dibagi menjadi 2 atau 3 aliran utama. Theravada adalah aliran yang tertua dan kebanyakan bisa ditemukan di Asia Tenggara. Mahayana adalah aliran agama Buddha yang dianut orang-orang Tiongkok, Jepang, dan negara Asia Timur lainnya. Sedangkan Vajrayana umumnya dihubungkan dengan Tibet meskipun banyak orang memberikan argumen bahwa Vajrayana hanyalah cabang dari salah satu aliran di atas.

Theravada

Apa Saja Aliran Utama Agama Buddha?
Apa Saja Aliran Utama Agama Buddha?

 

Agama Buddha Theravada adalah bentuk Buddhisme yang paling tua. Penganutnya kebanyakan berasal dari negara-negara Asia Tenggara seperti Sri Lanka, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand. Di dalam Theravada, Buddha masa depan tidak terlalu penting, hanya Buddha-Buddha masa lampau dan Buddha Gautama yang diterima.

Tidak seperti bentuk-bentuk Buddhisme lainnya, Theravada berfokus seluruhnya pada pembebasan diri dengan cara menyingkirkan semua kekotoran batin. Menurut Theravada, semua fenomena duniawi memiliki 3 ciri umum. Semua hal tidak kekal, membawa penderitaan, dan ke-tiada-akuan. Dari ketiga ciri ini muncullah pemikiran bahwa semua hal terdiri dari karakteristik spesifik, di mana semuanya tidak bisa dianggap sebagai ke-akuan. Memahami pemikiran-pemikiran seperti itu akan membawa seseorang membebaskan diri dari kebodohan batin, mencapai kesadaran lebih tinggi, dan pada akhirnya mencapai nirvana.

Mahayana

Apa Saja Aliran Utama Agama Buddha?
Apa Saja Aliran Utama Agama Buddha?

Mahayana adalah aliran agama Buddha yang paling banyak penganutnya serta ditemukan paling banyak di Asia Timur. Tidak seperti Theravada yang hanya satu, Mahayana terdiri dari berbagai cabang yang berbeda. Meskipun begitu, semua cabangnya setuju akan dasar-dasar Buddhisme Mahayana, di antaranya yaitu keyakinan bahwa dalam hidup kita harus membantu orang lain. Hal ini dikenal sebagai Sikap Bodhisattva dan merujuk pada tujuan para penganut Mahayana. Mereka memiliki tujuan untuk menjadi bodhisattva, yaitu orang-orang suci yang menghabiskan beberapa kehidupan untuk mengajarkan cara melepaskan diri dari samsara kepada semua makhluk, meskipun mereka sendiri sudah mencapai Penerangan.

Sebagai aliran naungan, Mahayana mengandung 2 aliran Buddhisme yang paling populer, Buddha Tanah Murni (Amidisme) dan Buddhisme Zen. Buddha Tanah Murni cenderung tidak berfokus pada Buddha Gautama, tapi kepada Buddha Amitabha dan meyakini bahwa mereka yang telah mencapai penerangan akan terlahir kembali di Tanah Murni bersama Amitabha.

Sedangkan Buddhisme Zen mungkin adalah bentuk Buddhisme yang paling populer di dunia Barat, tapi sebenarnya hanya sedikit dari mereka yang benar-benar paham tentang aliran ini. Zen terkadang sulit untuk didefinisikan, tapi aliran ini kebanyakan berfokus pada penggunaan meditasi sebagai bentuk kesadaran dan pencarian jati diri yang dapat menuntun praktisinya mencapai penerangan. Zen itu sendiri dibagi lagi menjadi beberapa cabang, di antaranya yang paling terkenal adalah Soto Zen dan Rinzai Zen. Soto Zen berfokus pada meditasi hening tanpa pemusatan. Sedangkan Rinzai Zen dikenal mempraktekkan meditasi koan. Dalam meditasi seperti begini, setiap murid diberikan teka-teki, atau koan, untuk dipusatkan saat bermeditasi. Teka-tekinya seringkali tidak masuk akal dan bertujuan untuk memaksa murid berpikir di luar logika agar pemikirannya tidak terbatas.

Vajrayana

Apa Saja Aliran Utama Agama Buddha?
Apa Saja Aliran Utama Agama Buddha?

Vajrayana kebanyakan dipraktekkan di negara-negara Himalaya, khususnya Nepal, Bhutan, Mongolia, dan yang paling terkenal, di Tibet. Karena aliran ini sering diasosiasikan dengan tokoh-tokoh agama Tibet yang disebutLlama, Vajrayana terkadang dikenal juga dengan nama Lamaisme.

Meskipun diperlakukan sebagai aliran utama ketiga dari agama Buddha, banyak orang yang menganggap Vajrayana sebagai bagian dari Mahayana ataupun Theravada. Meskipun begitu, ada juga beberapa hal yang membedakan Vajrayana dengan baik Mahayana maupun Theravada. Mahayana dan Theravada seringkali berfokus untuk meningkatkan sifat-sifat positif manusia dan mengurangi yang negatif. Sedangkan Buddhisme Vajrayana berfokus pada mengajarkan penganut bagaimana menjadi Buddha dalam satu kehidupan. Biasanya melibatkan praktik-praktik seperti membaca mantra, menggunakan mandalas, memvisualisasikan para dewa dan Buddha, serta memanfaatkan mudras.

Seperti agama-agama lainnya, Buddhisme bukanlah agama monolit. Terdapat banyak aliran dalam agama Buddha, masing-masing dengan sejarah dan interpretasi tentang teologi klasik Buddha sendiri. Para penganut dari ketiga aliran sama-sama menjalani jalan menuju pencerahan dan berharap dapat mencapai tujuan tersebut. Apa yang terjadi kepada mereka yang telah mencapai pencerahan masih banyak diperdebatkan, tapi kebanyakan orang merasa cukup untuk mencari tahu tentang hal itu nanti. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mencapai pencerahan dulu. Hal-hal lainnya pasti akan terselesaikan dengan sendirinya.