Arti Membakar Dupa dan Membunyikan Lonceng dalam Agama Buddha

Meditasi atau berdoa dalam Buddhisme sering melibatkan objek-objek yang menyimbolkan konsep-konsep penting dalam agama Buddha, beberapa di antaranya yaitu lonceng dan dupa. Setiap benda ini memiliki arti dan merupakan bagian dari penghormatan terhadap Triratna, yaitu Buddha, Dhamma, dan Sangha.

Persembahan dalam Buddhisme

Dupa, bunga, dan buah-buahan adalah beberapa benda persembahan utama yang diletakkan umat Buddhis di altar mereka. Dupa khususnya melambangkan etika dan moralitas. Akan tetapi, persembahan ini hanya akan berarti jika yang mempersembahkan berkelakuan baik dan menghindari berbuat yang bisa merugikan orang lain. Kita dapat berbuat baik dengan cara menghormati semua makhluk, tidak berbohong, tidak mencuri, tidak berbuat asusila, dll. Dupa juga mengingatkan umat Buddha agar selalu mengikuti Jalan Tengah, agar dapat mencapai pencerahan dan ke-Buddha-an. Melihat dan mencium bau dupa pasti akan selalu menciptakan ketenangan dalam hati.

Menandai Meditasi dan Kesadaran Diri

Arti Membakar Dupa dan Membunyikan Lonceng dalam Agama Buddha
Arti Membakar Dupa dan Membunyikan Lonceng dalam Agama Buddha

Agama Buddha menekankan umatnya untuk selalu memerhatikan masa sekarang. Fokus ini juga disebut sebagai kesadaran diri. Suara lonceng yang lembut dapat memfokuskan perhatian seorang umat, membebaskan pikiran dari kekhawatiran akan masa depan serta melepaskannya dari kecemasan masa lampau. Banyak doa dan paritta Buddhis yang dimulai dengan membunyikan lonceng. Lonceng juga digunakan untuk menandakan mulainya kebaktian di vihara-vihara. Lonceng menyimbolkan kebijaksanaan dan kasih sayang, yang merupakan salah satu jalan mencapai pencerahan.

Menyatukan Konsep Maskulin dan Feminim

Arti Membakar Dupa dan Membunyikan Lonceng dalam Agama Buddha
Arti Membakar Dupa dan Membunyikan Lonceng dalam Agama Buddha

Buddhisme intinya adalah keseimbangan. Menyeimbangkan energi kekuatan maskulin dan feminin termasuk konsep penting dalam Buddhisme. Lonceng, khususnya lonceng Dorje, melambangkan penggabungan dua aspek ini. Suara lonceng yang indah akan meningkatkan harmoni antara kedua aspek kehidupan ini. Lonceng mewakili wanita (kebijaksanaan) sedangkan Dorje mewakili pria (kasih sayang) dan bersama-sama kedua prinsip ini menuntun para praktisi lebih dekat ke pencerahan.