First Step, Go Walk It!

Apabila Anda ingat bagaimana Anda ketika bayi, belajar berjalan untuk pertama kalinya. Dimulai dari satu langkah, dua langkah dan kemudian terjatuh di langkah ketiga yang goyah dan hal yang sama berlangsung selama beberapa hari lamanya?

Kemudian ingat-ingatlah ketika Anda belajar berjalan sambil berpegangan pada sesuatu agar tidak terjatuh, atau belajar berjalan sambil dipegangi orangtua Anda yang setia menuntun Anda di tiap langkah hingga langkah-langkah yang awalnya masih goyah menjadi langkah-langkah stabil yang hingga saat ini telah membawa Anda menempuh jarak yang entah seberapa jauhnya selama bertahun-tahun.

Bayangkan jika Anda tidak pernah punya interest untuk berdiri dari posisi berbaring, duduk dan merangkak yang nyaman untuk belajar menggunakan kaki Anda, mungkin hingga saat ini Anda masih saja berbaring, duduk manis, berpindah tempat dengan cara merangkak, tidak dapat bertemu dengan banyak orang, tidak dapat melihat banyak tempat. Sungguh berbeda dengan kondisi Anda saat ini bukan?

Dalam kasus ini dapat kita pahami betapa pentingnya langkah-langkah pertama yang Anda ambil, yang akhirnya membawa Anda ke sebuah perjalanan yang telah banyak merubah dan mengembangkan Anda. Apapun yang Anda lakukan, First Step Anda menentukan bagaimana perjalanan dan cerita akhir Anda. Seperti yang dikatakan Lao Tzu :

“A journey of a thousand miles begins with a single step”

Sudah terlalu banyak orang yang suka bermimpi terlampau tinggi akan memiliki cerita kehidupan yang penuh petualangan, penuh kemenangan, jauh dari penderitaan dan kesedihan. Banyak orang gemar berangan akan menjadi bos, menjadi penguasa, menjadi orang hebat, hidup tanpa kurang suatu apapun. Namun tidak banyak yang berusaha memulai sesuatu untuk mewujudkan apa yang mereka impikan dan cita-citakan. Kebanyakan orang terlena dalam zona nyaman mereka dan takut mengambil langkah pertama untuk berubah menjadi seseorang yang lebih baik dan menggapai lebih.

Berhenti bermimpi dan mulai berpikir apa yang sebenarnya Anda kehendaki adalah langkah pertama yang baik, walaupun berpikr dan mengenali kehendak Anda adalah sebuah langkah awal yang baik walaupun tampaknya remeh. Ingatkah Nell Armstrong yang melakukan hal yang sangat remeh yakni menapakkan kaki di bulan? Yang membuat manusia bisa menjelajah luar angkasa yang luar biasa luas dan gelapnya hingga saat ini? Tahukah apa yang dikatakannya saat menapakkan langkah pertamanya? “That’s one small step for a man, a giant leap for mankind”. Ya! walaupun berpikir dan mengenali diri Anda terdengar mudah, namun pikiran Anda yang nantinya akan menjadi bahan bakar perjalanan evolusi Anda.

First Step, Go Walk It!
First Step, Go Walk It!

Patut diperhatikan bahwa ketika Anda memulai, Anda harus lebih dahulu memikirkan ke arah mana Anda harus berjalan, apakah arahnya sudah tepat sesuai yang Anda mau? Dan juga konsekuensi yang diberikan oleh sesuatu yang akan Anda mulai terhadap diri Anda sendiri dan juga orang lain.

“The first step is the most important. lt is the most crucial and the most effective as it will initiate the direction you have chosen” -Steve Backley-

Sungguh tidak akan ada sebuah perjalanan tanpa langkah awal Anda yang menuntun kepada langkah kedua, ketiga dan seterusnya. Apabila hendak melakukan sesuatu hendaknya Anda tidak melulu memikirkan bagaimana outcome dari sesuatu yang Anda hendak lakukan karena Anda tldak akan pernah benar-benar melakukan sesuatu apabila Anda tidak pernah mengambil langkah awal. Mulailah mengambil first step Anda saat ini Juga, jangan pernah takut untuk melangkah ke depan apabila Anda yakin dengan keinginan Anda. Jangan sampai quote dari Karen Lamb berikut ini menghantui Anda.

“A year from now you will wish you had started today”

Untuk Anda yang masih galau memikirkan apakah first step yang telah Anda ambil dapat membawa Anda ke tujuan yang Anda mau, yakinlah bahwa dengan memulai Anda dapat lebih dekat ke tujuan Anda dibandingkan hanya diam dan berpikir.

“No one saves us but ourselves. No one can and no one may. We ourselves must walk the path.” -Gautama Buddha-

 

Sumber: Majalah Swara Dhammasena Edisi Pertama