Keajaiban, Ramalan, dan Ilmiah

Selain pendidikan, contoh keajaiban yang terjadi dengan training (latihan) adalah cerita tentang seorang petugas penjara yang sangat dibenci oleh para napi.

Semasa saya mengajar di penjara, saya tahu di penjara itu ada salah seorang petugas yang sangat dibenci oleh narapidana. Menurut mereka yang mengikuti kelas saya, petugas ini sangat congkak dan jahat. Salah seorang narapidana itu paling benci padanya karena dia pernah dipermainkan oleh petugas ini. Menurutnya, setelah dipenjara 3 bulan lamanya dipenjara, istrinya berhasil mengajak seorang teman untuk menjenguk narapidana ini di penjara. Di Australia sangat luas, tidak seperti di Singapore, dari satu tempat ke tempat lain sangat jauh, apalagi pergi ke penjara, tentu saja di tempat yang sangat asing dan terpencil, jika tidak ada kendaraan sendiri sangat sulit untuk kesana. Setelah bersusah payah istrinya berhasil pergi ke penjara, mereka tidak bisa saling bertemu. Karena menurut napi yang didukung oleh teman-temannya, petugas yang bertugas itu sengaja berbuat demikian. Petugas itu tahu istrinya datang menjenguknya, juga tahu dia lagi bekerja di bagian barat dari penjara itu. Tetapi petugas itu sengaja memanggil dengan radio di bagian timur saja, tentu saja dia tidak dengar. Pada saat temannya memberitahunya, dan dia lari ke ruang pengunjung, masa kunjung sudah berakhir. Sejak saat itu kebenciannya kepada petugas itu semakin mendalam.

Jadi sewaktu saya memberikan pelajaran tentang cinta kasih terhadap semua makhluk termasuk orang yang kita benci ataupun musuh kita, narapidana ini sangat memprotes. Dia berkata kepadaku, itu mudah dilakukan oleh seorang pendeta yang tinggal di biara seperti saya, tetapi mereka bukan hidup di biara yang dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki cinta kasih, mereka hidup di dunia nyata yang penuh dengan berbagai macam manusia jahat.

Saya berkata, “Tanggapannya itu tidak benar. Kalau memang benar kita berniat mengembangkan cinta kasih, itu bisa dipupuk dengan latihan. Saya sebagai seorang bhikkhu tidak boleh bertaruh dengan kamu, tetapi percayalah dengan cinta kasihmu, kamu dapat merubah petugas yang kamu katakan jahat itu menjadi petugas yang juga penuh cinta kasih. Saya akan mengajar di sini selama tiga bulan. Kalau kamu benar percaya pada Dhamma yg diajarkan Sang Buddha, lakukanlah apa yang saya nasehati untuk mengembangkan cinta kasih ini.”

Narapidana ini terdiam, tetapi teman-temannya segera ribut-ribut dan membujuknya untuk membuktikan. Ada pula yang bertaruh. Akhirnya dia setuju, dan saya menyuruhnya untuk membuat segelas kopi dan memberikan kepada officer itu.

Dia merasa enggan, tetapi akhirnya dia pergi. Saya katakan padanya kamu harus membawa kopi yang kamu buat sendiri dengan perasaan cinta yang tulus dari hatimu sambil berkata “may whoever drinks this coffee be well and be happy”.

Ini bukan mantra atau sejenisnya, tetapi dengan menyebutnya, hati kita lebih konsentrasi, dan menambah percaya diri.

Dia bilang, petugas itu tidak menghiraukan kopinya, seperti tidak melihat adanya kehadiran dia. Saya bilang tidak apa-apa, lanjutkanlah. Setelah tiga hari, tidak ada perkembangan juga. Saya bilang lagi, kamu harus memberikannya dengan senyuman dan salam, jangan cuma sekedar membawa kopi itu ke mejanya.

Kemudian setelah seminggu, saya tanya bagaimana?

Dia bilang akhirnya petugas itu ada tanggapan, “EHM” begitu aja. Ini juga udah langka karena petugas itu terkenal dingin sikapnya.

Saya bilang, “Ok, sekarang kamu tambahkan lagi beberapa potong biskuit untuknya.”

Dia sendiri mungkin juga sangat penasaran tentang petugas ini, sehingga dia menurut apa yang saya katakan. Kemudian dia bilang dia berkata pada petugas itu, “Pak, ini adalah kopi yang saya buat special untukmu, dan biskuit ini saya menyuruh orang membelinya dari luar tetapi saya tidak memakannya, karena saya ingat untuk menyimpannya buat kamu.”

Petugas itu pertama kali melihat wajahnya dan mengangguk. Setelah beberapa lama lagi, hampir sebulan, narapidana itu dengan hati berbunga-bunga mencariku setelah pengajaran selesai.

Dia berkata, “Bhante, kamu benar, cinta kasih bisa berkembang di mana saja kalau kita memang berniat. Kemarin, untuk pertama kalinya, petugas itu tersenyum padaku sewaktu saya membawakan kopi dan biskuit untuknya. Menurut teman-teman lain, dia bukan hanya tersenyum padaku, juga mengangguk pada narapidana lain yang memberi salam padanya. Ini suatu keajaiban.”

Pada hari terakhir tugas pengajaran saya di penjara itu, saya sempat bertanya pada narapidana itu lagi bagaimana perkembangannya. Dia berkata sangat baik, sekarang dia dan petugas itu menjadi banyak bercerita satu sama lain.

Saya berharap Anda sekalian juga sebagai umat Buddhist dapat mengembangkan keajaiban yang ketiga seperti dikatakan Sang Buddha, yakni mengembangkan pendidikan kalian, anak-anak kalian ditambah dengan latihan sesungguh hati. Percayalah, kalian juga akan menemukan keajaiban pada diri kalian sendiri.

 

Judul Asli : Miracles, Prophecies and Science

Sumber : Public Talks at Suntec City Convention Centre by Ajahn Brahmavamso diterjemahkan di Majalah Dharma Mangala 58 – Juni