Kebaikan, Sulitkah Dilakukan?

Buah Manis Kebajikan

Sekalipun tidak mudah melakukan kebajikan dalam kehidupan ini, manusia tetap harus melakukan kebajikan. Memang ketika kita bebuat baik harus ada kerelaan dan pengorbanan. Kerelaan dan pengorbanan kita kepada pihak lain bukan untuk membahagiakan orang lain saja tetapi juga untuk diri kita.

Kadang kita salah mengerti bahwa kebajikan yang kita lakukan hanya untuk orang lain.

Pemikiran tersebut pernah dialami seorang aktivis di sebuah organisasi sosial. Awal-awal ia masuk menjadi relawan sangat menikmatinya. Beberapa hari pun berlalu dan ia mulai dihadapkan dengan kesulitan. Ia bertemu dengan karakter yang berbeda yang terkadang menimbulkan kesalahpahaman. Ia juga pernah berhadapan dengan sikap tidak bersahabat dari orang yang pernah dibantu. Ia menjadi kecewa karena orang yang dibantu tersebut bukannya berterimakasih tetapi justru memakinya.

Ia berpikir, ternyata keputusan menjadi relawan salah. Keputusan menjadi relawan justru berbuah kesulitan dalam hidupnya. Ternyata kebajikan yang dilakukan hanya menguntungkan orang lain. Orang lain senang tetapi diri kita tidak senang.

Untung ada sahabatnya yang memberikan penjelasan sehingga ia mampu melewati hambatan dengan baik dan tetap bertahan menjadi relawan.

Pemikiran itu bisa saja kita alami dalam kehidupan ini. Selama melakukan kebajikan kita akan dihadapkan dengan tantangan dan permasalahan lainnya.

Bisa saja kita berharap tidak ada kesulitan selama kita melakukan kebajikan tetapi terkadang realita berkata lain. Kenyataannya kita dihadapkan dengan situasi yang tidak menguntungkan dan bahkan hal yang menurut pemikiran kita itu tidak masuk akal.

Hal-hal seperti itu jika tidak bijak menyikapinya maka seseorang akan mengambil keputusan yang salah. Ia mungkin berhenti dan tidak lagi kemauan untuk berbuat baik.

Kebaikan, Sulitkah Dilakukan?
Kebaikan, Sulitkah Dilakukan?

Buddha bersabda, “Barang siapa berbuat baik akan menerima akibat yang baik, sebaliknya barang siapa berbuat jahat akan menerima akibat yang buruk.”

Apa yang disabdakan Buddha dapat dipertegas bahwa kebajikan itu angat bermanfaat dalam kehidupan ini sekalipun sulit dilakukan. Jangan berhenti berbuat baik karena kebajikan yang dilakukan dapat menjadikan kita manusia baik dan berujung pada kebahagiaan.

Ingat! Perjuangan untuk mendapatkan kebahagiaan dan perubahan yang lebih baik tidak mudah.

Kita akan dihadapkan dengan jalan terjal dan panjang untuk meraih pengharapan itu. Ketika kita sudah mengambil keputusan untuk menjadi manusia baik maka kita harus berbuat baik.

Bagaimana supaya kita tetap bertahan dalam kebajikan? Berbuat baiklah dengan motivasi yang benar. Dalam berbuat baik harus ada keyakinan, ketulusan, semangat, kesabaran, dan pengertian yang benar.

Faktor tersebut akan membuat manusia bertahan dalam kebajikan sekalipun harus berhadapan dengan kesulitan.

Selamat berbuat baik! Semoga kebajikan yang dilakukan berbuah kebajikan dan menjadikan diri kita menjadi manusia baik dan bahagia.

 

Sumber: Majalah Swara Dhammasena Edisi 2 / Maret 2014