Kenapa Bhikkhu dan Bhikkhuni Botak Kepalanya?

Dan Kenapa Sang Buddha Digambarkan dengan Rambut Keriting?

Inilah dia pertanyaan yang selalu ditanyakan – kenapa bhikkhu dan bhikkhuni Buddhis harus mencukur habis rambut mereka? Banyak orang mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk mengurangi keangkuhan dan menguji komitmen monastik. Selain itu, kepala botak juga lebih praktis dalam cuaca panas.

Latar Belakang Sejarah: Rambut dan Perjalanan Spiritual

Para ahli sejarah mengatakan bahwa petapa yang mengembara mencari pencerahan sangatlah umum pada milenium pertama sebelum masehi di India. Catatan-catatan sejarah juga memberitahu kita bahwa petapa ini sering memiliki masalah rambut.

Contohnya, banyak pendeta membiarkan rambut dan jenggot mereka tak terurus dan tak dicuci, karena telah mengambil sumpah akan menghindari perawatan diri sampai mereka mencapai pencerahan. Ada juga catatan sejarah yang mengatakan beberapa petapa mencabuti rambutnya satu per satu hingga akarnya.

Aturan membotaki rambut dibuat oleh Sang Buddha dan dituliskan ke dalam Vinaya Pitaka. Dalam Vinaya Pitaka, pada bagian Khandhaka, dikatakan bahwa rambut harus dicukur setidaknya dua bulan sekali, atau ketika rambut sudah tumbuh sepanjang lebar dua jari.

Khandhaka juga menyebutkan bahwa para monastik mesti menggunakan pisau cukur untuk memotong rambut dan bukan gunting, kecuali kepalanya sakit atau luka. Rambut uban tidak boleh dicabut atau dicat, tidak boleh disisir – itulah kenapa rambut dipotong pendek – atau dioleskan minyak apapun. Akan tetapi, jika rambut berantakan, boleh diluruskan dengan tangan. Aturan-aturan ini bertujuan untuk mengurangi keangkuhan dan kesombongan akan penampilan kita.

Mencukur Rambut Sekarang Ini

Kebanyakan bhikkhu dan bhikkhuni Buddhis mengikuti aturan Vinaya mengenai rambut.

Praktiknya memang sedikit berbeda dari satu aliran ke aliran lainnya, tapi upacara penahbisan monastik Buddhisme dari semua aliran meliputi rambut yang dicukur. Biasanya rambut dicukur sebelum upacara, meninggalkan sedikit di atas kepala untuk dipotong oleh pemimpin upacara.

Tetap saja sampai sekarang pun rambut dicukur dengan pisau cukur. Beberapa aliran menganggap alat cukur elektrik lebih seperti gunting daripada pisau cukur, sehingga alat tersebut juga dilarang.

Rambut Sang Buddha

Naskah-naskah kuno menggambarkan bahwa Sang Buddha hidup dengan cara yang sama dengan para pengikutnya. Ia mengenakan jubah yang sama dan melakukan pindapata sama seperti yang lainnya. Jadi kenapa patung dan lukisan Sang Buddha tidak pernah menunjukkan Sang Buddha memiliki rambut pendek atau botak?

Naskah awal sebenarnya tidak memberitahu kita secara spesifik gaya rambut Sang Buddha, meskipun memang ada cerita tentang bagaimana Pangeran Siddharta memotong rambutnya yang panjang ketika akan memulai perjalanannya mencari cara melenyapkan penderitaan.

Akan tetapi, ada satu petunjuk bahwa Sang Buddha tidak memotong rambutnya setelah mencapai Penerangan Sempurna. Upali, seorang pengikut yang penting, awalnya merupakan seorang tukang pangkas rambut saat Sang Buddha menjumpainya untuk memotong rambut.

Penggambaran pertama Sang Buddha dalam bentuk manusia dibuat oleh para seniman Gandhara, yaitu kerajaan Buddhis yang terletak di daerah yang sekarang merupakan Pakistan dan Afganistan, kira-kira 2000 tahun yang lalu. Para seniman tersebut dipengaruhi oleh karya seni Yunani dan Roma, serta karya seni Persia dan India, sehingga banyak patung Buddha pada milenium pertama setelah masehi diukir dalam gaya Yunani/Roma.

Para seniman ini memberi Buddha rambut keriting yang diikat jambul di atas kepala. Mengapa? Mungkin karena gaya rambut seperti ini sedang populer pada saat itu.

Seiring waktu berlalu, rambut yang keriting menjadi pola-pola khas pada patung Buddha,  yang jujur saja terkadang terlihat lebih seperti helm daripada rambut. Sebaliknya, patung yang menggambarkan Sang Buddha dengan kepala botak masihlah sangat jarang ditemukan.