Makanan Manusia

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Buddha memberi penjelasan ten­tang makhluk hidup didunia ini ada 31 kehidupan yang selalu berputar tumimbal lahir selama belum mencapai tingkat kesucian “arahat”, diurutan ke lima dari 31 alam kehidupan ini ada yang disebut sebagai manusa atau dalam bahasa Indonesia kita kenal manusia, dikatakan Ma­nu­sa atau manusia ini terdiri dari dua yaitu jasmani dan roh “Nama dan Rupa”, ke­duanya ini sesungguhnya memerlukan makanan, yaitu makanan jasmani dan ma­ka­nan batin atau roh. Makanan jasmani kita sudah mengenal dengan jelas tetapi kalau kita asal memakan makanan yang dibutuhkan jasmani ini sembarangan maka jasmani akan menjadi mudah sakit, begitu juga sebaliknya apabila kita tidak memakan makanan yang dibutuhkan jasmani ini kita juga akan mudah sakit dan cepat lapuk, tentu ini kita telah keta­hui apa yang tepat untuk kita makan agar tidak menimbulkan rasa sakit.

Begitu juga dengan batin, roh atau Na­ma dalam bahasa pali ini juga membu­tuh­kan makanan yang tepat layaknya jas­mani jika tidak tepat maka batin ini akan menjadi sakit juga, tentu penyakitnya akan sangat kuat mempengaruhi jasmani ini, gelisah, stres, bahkan hingga menjadi gila dan ada juga sampai mengakiri hidupnya karena diakibatkan sakit batin. Sama halnya jasmani ini memakan ma­kann setiap harinya melalui mulut dan akirnya diserap oleh jasmani, begitu juga batin kita ini bisa memakan makananya melalui pikiran, jika pikiran menyerap sesuatu yang tidak baik maka batin akan sakit. sesuai dengan buddha sabdakan di Dhammapada yamaka vagga syair 1.

Yaitu;  “Manopubbangama dhamma, ma­nosettha manomaya, manasa ce pa­dutthena, bhasati va karoti va, tato nam dukkhamanveti, cakkham va vahato pa­dam. Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu,  pikiran adalah pemimpin, piki­ran adalah pembentuk, bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengiku­tinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya”. tetapi sebaliknya jika pikiran menyerap sesuatu yang baik dan tepat maka batin akan makin sehat dan bahagia.

Inilah yang ditakhlukan oleh Buddha yaitu makanan untuk batin melalui me­ngendalikan pikiran beliau dengan sangat sempurna, setelah buddha mampu me­ngen­dalikan dan mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk batin ini dengan sempurna, tentu buddha tidak serta merta menikmati sendiri, beliau me­ngajarkan ke setiap manusia agar manusia didunia ini sama mendapatkan kebaha­giaan seperti beliau yang dapatkan, jika kita mampu mempraktekan dengan baik dan benar tentang berbuat kebajikan, me­njaga moralitas dengan baik, bermeditasi yang baik “dana, sila dan bhavana” maka ini akan membawa kesehatan batin dan kebahagiaan, inilah yang Buddha saran­kan agar batin ini tidak sakit.

Sabbe satta bhavantu sukhitatta, semoga semua makhluk berbahagia.

Sadhu Sadhu Sadhu

Oleh: Bhikkhu Thitavamso Thera ,

SekWil SAGIN Sumatera Utara dan Aceh

 

Sumber: harian.analisadaily.com