Mengatasi Kemarahan dengan Cara Buddhis

Bermeditasi

Meditasi sangatlah bermanfaat untuk menginstropeksi diri dan meredakan amarah. Sayangnya, banyak orang menganggap meditasi tidak berguna – untuk apa habiskan waktu duduk diam kalau bisa digunakan untuk hal-hal lain yang lebih berguna?

Akan tetapi, sebenarnya meditasi berguna membuat pikiran kita terbiasa dengan pikiran-pikiran positif, seperti cinta kasih, kasih sayang, simpati, welas asih, dan lainnya. Jadi, jika Anda bermeditasi pada paginya, sepanjang hari batin akan dipenuhi hal-hal positif sehingga kemarahan pun akan sulit muncul.

Mengatasi Kemarahan dengan Cara Buddhis
Mengatasi Kemarahan dengan Cara Buddhis

Belajar dari Musuh

Agama Buddha mengajarkan kita untuk melakukan kebalikan dari apa yang harusnya merupakan reaksi normal. Contohnya, jika kita merasa murka terhadap seseorang, normalnya kita akan memegang pada rasa amarah tersebut sehingga akhirnya mengembangkan rasa dendam yang hanya akan memberi kita penderitaan. Oleh karena itu, agar tidak makin sengsara, tangkal kemarahan dengan cinta kasih.

Memang aneh kedengarannya, tapi anggaplah kemarahan sebagai tantangan untuk berlatih menjadi orang yang lebih baik hati, lebih positif, dan lebih bahagia. Sama halnya seperti berlatih main gitar atau sepak bola, kita perlu latihan untuk mengembangkan batin yang positif. Dalam hidup ini, jika tidak ada orang yang tidak setuju dan berargumen dengan kita, maka hidup pasti akan terasa monoton.

Ingatlah Bahwa Tidak Ada yang Kekal

Di dunia ini, tidak ada yang kekal abadi. Pada akhirnya semua orang, semua hewan, semua benda, dan semua hal akan mati. Oleh karena itu, ketika ada orang yang membuat Anda merasakan amarah yang begitu hebat, mundurlah sejenak dan pikirkan, “Apakah semua ini penting bagi saya ketika nanti ajal menjemput?” Tentu saja, jawabannya pasti tidak. Lagipula setelah mati kita tidak merasakan apapun lagi, untuk apa mempermasalahkannya? Saat kita melihat ke masa depan dan membayangkan kematian, hal-hal sepele seperti ini akan terasa tidak penting lagi, sehingga lebih baik kita habiskan waktu untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain, dunia ini, dan kita semua.

Karma Pasti Akan Datang

Ada pepatah yang mengatakan, “Apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai.” Banyak orang saat melihat orang lain menderita akan mengatakan bahwa itu sudah memang karmanya, tapi saat mereka sendiri yang mengalami duka, sulit melihat bahwa hal tersebut terjadi juga karena karma mereka.

Semua peristiwa dan kejadian yang kita alami, baik yang buruk maupun yang baik, ada sebabnya. Kita sendiri yang menyebabkan apa yang terjadi pada kita, oleh karena itu setiap kali ditimpa masalah, sebaiknya kita pikirkan dulu sebelum bertindak; apa yang dulu kuperbuat sehingga menjadi begini situasinya? Apakah tindakan yang akan saya ambil nantinya malah memperparah keadaaan? Dengan memahami cara kerja karma, kita akan lebih bisa melatih kesabaran saat perasaan murka dan amarah muncul dalam hati.

Semuanya Tidak Nyata

Meskipun kesabaran memang bisa menangkal kemarahan, sesungguhnya penangkal yang paling ampuh adalah kekosongan. Tidak hanya kemarahan, kekosongan juga bisa mengatasi segala masalah hidup kita. Bahkan, tanpa memahami kekosongan atau kesunyataan, dengan kesabaran pun masalah masih akan terus menimpa kita.

Saat kita merasa marah, jika kita perhatikan baik-baik, hal pertama yang kita rasakan pasti “ke-aku-an” atau ego yang sangat kuat. “Aku sangat marah dengan dia. Aku yang benar dan dia yang salah! Aku benar-benar tidak sangka dia bisa begitu!” Semuanya aku.

Ketika kita merasakan amarah, saat itulah kesempatan sempurna untuk menganalisa “aku” ini yang tampaknya terus-menerus muncul. Perhatikan, apalah kita bisa mengatakan dengan pasti apa itu aku? Di mana letak aku itu? Di otak, dalam tubuh, atau keduanya?

Hal ini bukan berarti kesadaran diri kita tidak ada atau bahwa segala sesuatunya tidak penting, tetapi setelah menyadari bahwa sebenarnya kita tidak bisa menunjuk secara pasti sebab alasan kemarahan, pandangan kita pasti akan berubah total.

Kesimpulan

Pada akhirnya, kiat-kiat di atas hanyalah panduan. Jika Anda ingin bisa mengatasi kemarahan, Anda harus melakukan usaha nyata dan sering-sering latihan, tapi bukan berarti mencari masalah supaya bisa berlatih menahan amarah. Berusahalah yang benar, dan Anda pasti bisa!