Menjelajahi Hutan Belantara

“To study the way us to study the Self. To study the Self is to forget the self. To forget the self is to be enlightened by all things of the universe.” – Zen Master Dogen

“Belajar Dharma adalah belajar tentang diri sendiri. Belajar tentang diri sendiri adalah untuk melupakan diri sendiri. Melupakan diri sendiri berarti dicerahkan oleh seluruh alam semesta.”

Zaman telah berubah sangat drastis, dalam kurun waktu singkat saja sudah terjadi banyak perubahan apalagi membicarakan tentang perkembangan teknologi informasi. Manusia juga ikut berubah menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan kebutuhan. Jika dicermati lebih dalam, tak pelak lagi bahwa terjadi perubahan sangat fundamental atas tingkah laku dan cara berpikir manusia. Apa penyebab perubahan ini? Jawabannya adalah makanan jasmani dan makanan mental.

Makanan jasmani tentu saja kita sudah tahu persis yaitu makanan yang masuk lewat mulut. Kita minimal makan 3 kali sehari, dan apabila sudah kenyang maka kita akan berhenti. Apa itu makanan mental?

Ada makanan yang masuk melalui mata, telinga, hidung, dan kulit, makanan demikian kita santap setiap momen, ketika tiba di mall, mata kita diserbu oleh iklan, poster, musik, yang semua ini bisa mempengaruhi ritme pikiran dan badan jasmani kita, bahkan secara tidak sadar bahwa musik bisa memicu tingkat produksi hormon tertentu dalam badan jasmani. Berjalan melewati food court juga demikian, ada semerbak aroma makanan membuat hidung kita bekerja aktif, padahal kita kenyang namun aroma itu kemudian membangkitkan selera makan lagi.

Program televisi, berselancar di dunia www, kemudian berhadapan dengan smartphone yang dilengkapi dengan 4G merupakan makanan mental. Dunia komunikasi telah berubah drastis, contohnya saja SMS popularitasnya sudah menurun karena mulai digantikan oleh Whatsapp, Line, dan sejenisnya. Kita sedang berhadapan dengan dunia pertarunagn antara Android vs iOS. Dunia kita dikepung oleh berbagai informasi mutakhir yang tampaknya tidak kunjung habis-habisnya.

Menjelajahi Hutan Belantara
Menjelajahi Hutan Belantara

Umat manusia sedang dilanda oleh kecanduan yang berwajah baru, dari anak-anak hingga kalangan dewasa. Lantas apakah kita hanya sekadar duduk diam saja membiarkan semua ini mengepung kita? Banyak di antara kita merasa tidak berdaya menghadapi kondisi demikian, bahkan semakin lumrah di kota-kota besar melihat anak-anak lebih memilih asyik sendiri dengan iPad, tab, maupun konsol-konsol game mutakhir daripada main di alam bebas atau sejenisnya, demikian juga manusia yang konon sebagai human being sudah menjadi human doing, manusia didorong oleh impuls bagaikan robot yang dikendalikan oleh remote kontrol, kehilangan mawas diri dan jati diri, mereka terjebak dalam dunia kecil itu.

Zen Master Dogen menyatakan “Belajar Dharma merupakan proses utuk mencari tahu dan mengerti diri sendiri”. Manusia terbentuk dari 5 agregat (Panca Skandha), inilah pembentuk manusia yang terdiri dari badan jasmani, perasaan, persepsi, bentuk-bentuk pikiran, dan pengukuhan. Untuk mencari tahu dan mengerti diri sendiri marilah kita melihat lebih dalam atas 5 elemen ini

lanjut —–>