Menjelajahi Hutan Belantara

Perasaan

Apakah perasaan yang Anda rasakan saat ini? Iya betul, persis di saat ini setelah Anda selesai membaca kalimat ini! Mari kita coba sesuatu yang sederhana, ikuti instruksi berikut ini:

Izinkan badan jasmani untuk rileks dari kaki hingga kepala. Rasakan sentuhan kaki dengan lantai, rasakan bahwa Anda sedang duduk atau sedang berdiri, lihatlah sekeliling, tarik napas kemudian embuskan, sadari bahwa betapa menyenangkan masih bisa bernapas masuk dan keluar tanpa halangan apapun. Hening sejenak, hanya memperhatikan napas untuk beberapa saat…

Semoga barusan Anda telah memproduksi kebahagiaan kecil ketika sedang bernapas. Buddha dengan jelas menyatakan bahwa kita bisa memproduksi kebahagiaan kapan pun kita kehendaki, contoh paling sederhana adalah lewat bernapas barusan, itulah yang Buddha sebut sebagai Samatha atau the art of stopping, kita mengizinkan badan jasmani dan pikiran untuk berhenti dan kembali ke present moment dan merasakan relaksasi, inilah yang perlu kita lakukan dari waktu ke waktu dalam sehari-hari.

Menjelajahi Hutan Belantara
Menjelajahi Hutan Belantara

Perasaan bisa berbentuk menyenangkan, netral, dan tidak menyenangkan. Dalam satu hari saja kita berulang kali merasakan tiga jenis perasaan itu, lantas perasaan mana yang lebih dominan? Ini pertanyaan yang bagus untuk kita renungkan. Manusia zaman sekarang mudah sekali tenggelam dalam perasaan ngetaif, terhanyut oleh kegalauan, dan dihempas oleh kemarahan, kekecewaan, dan frustrasi. Manusia mulai kehilangan kemampuan untuk berhenti dan melihat apa yang sedang terjadi dalam perasaan. Jika kita menyediakan waktu untuk melihat ke dalam perasaan, maka kita punya kesempatan untuk mengidentifikasi dan mencari cara untuk mengurangi dampak perasaan tidak menyenangkan itu, kemudian senyum kepada perasaan itu. Oh itu hanyalah sebuah perasaan, mengapa saya harus terhanyut terus-menerus sehingga membuat saya galau?

lanjut —>