Menjelajahi Hutan Belantara

Pengukuhan

Melihat dengan cermat bahwa badan jasmani beserta semua organ tubuh selalu menjadi landasan bagi munculnya trio faktor mental berikut ini: perasaan, persepsi, dan bentuk-bentuk mental. Trio faktor mental ini akan terus berevolusi dalam sehari-hari sesuai dengan apa pun yang kita lihat, tonton, dengar, ucapkan, dan pikirkan. Proses ini seperti siklus berulang-ulang yang nantinya akan menemukan titik kulminasi dengan terjadinya ‘konfirmasi’ pakem bahwa sesuatu itu ‘benar’ atau ‘salah’.

Pengukuhan ini belum tentu sesuai dengan realita, maka itu benar atau salah menggunakan tanda kutip, ambil contoh ada ‘pengukuhan’ seseorang yang berkesimpulan bahwa “Saya akan masih tetap hidup besok!” Apakah premis ini selalu benar? Sebagai praktisi meditasi, apabila kita periksa dengan seksama tentu saja kita tahu persis bahwa kematian bisa saja menjemput kita kapan saja, bahkan sekarang juga bisa terjadi! Namun ketika keesokan harinya; ternyata kita masih hidup, maka secara tidak sadar kita membangun ‘pengukuhan’ baru dengan menyatakan bahwa “Saya akan masih tetap hidup besok” bahkan berulang-ulang, pengukuhan ini akan terjadi guncangan ketika kenyataannya berlawanan dengan hasil ‘pengukuhan’ tadi, maka yang terjadi adalah shock!

Menjelajahi Hutan Belantara
Menjelajahi Hutan Belantara

Pengukuhan ini bisa dilihat sebagai sebuah software (perangkat lunak), dari waktu ke waktu ada perbaikan dan update. Namun kita perlu mengakui bahwa tidak semua update mendatangkan manfaat justru ada yang mendatangkan mudarat. Melalui meditasi kita melihat lebih jernih dan jelas, kita sediakan waktu untuk periksa dan cari tahu software mana saja yang sudah boleh diupdate sesuai dengan informasi-informasi dan fakta yang sudah ada. Anda hendaknya jangan serta merta melihat ada update terbaru maka langsung pencet tombol update!

Pengukuhan inilah yang menjadi gerbong pendorong kita untuk berpikir, berbicara, dan beraksi sesuai dengan pola yang sudah dikukuhkan.

lanjut —>