Mewujudkan Hubungan Harmonis Antara Anak dengan Orangtua

Oleh: Bhikkhu Thitavamso Thera ,

SekWil SAGIN Sumatera Utara dan Aceh

=======================================

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Pada zaman sekarang ini keharmo­nisan dalam keluarga, terkhusus antara anak dengan orang tua kurang begitu ter­jalin dengan baik. Ini karena ada peru­ba­han sikap seorang anak yang sering mela­kukan perbuatan yang mengandalkan ego­nya sendiri. Banyak anak-anak yang lebih bersifat mementingkan dirinya sen­diri daripada memperhatikan keadaan orang tuanya.

Mereka beranggapan dapat hidup sendiri tanpa dukungan dari orang tua. Tetapi pada kenyataannya itu tidak dapat dilakukan, karena orang tua mem­bawa peran yang sangat penting bagi per­kem­bangan dan kehidupan seorang anak.

Sesungguhnya jasa orang tua tehadap anak tidak dapat digambarkan atau tidak dapat diukur dengan cara apapun. Dari mulai didalam kandungan banyak hal yang dilakukan oleh orang tua seperti hal­nya melindungi anaknya, merawat, mem­besarkan serta memberikan kasih sayang yang tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang apapun.

Tetapi sikap seor­ang anak yang sering melalaikan jasa orang tuanya atau bersikap seenaknya ka­dang berasal dari sikap orang tua yang tidak dapat memenuhi kewajibannya de­ngan baik, sehingga akan membuat ke­jeng­kelan tersendiri di hati sang anak. Be­gitu juga dengan sang anak yang tidak da­pat memenuhi kewajibannya dengan baik terhadap orang tua juga akan membuat rasa tidak nyaman tersendiri dalam diri orang tua.

Dengan adanya kejadian tersebut, ma­ka kesenjangan-kesenjangan didalam ke­luarga akan terjadi, khususnya hubungan antara anak dengan orang tua tidak akan terjalin dengan baik. Untuk itu agar ter­cipta suasana yang harmonis dalam kelu­arga adalah dengan melaksanakan tugas dan kewajiban masing-masing sebagai­ma­na mestinya.

Salah satu nasihat Buddha supaya da­pat menjalin keluarga yang harmonis ter­dapat dalam Sigalovada Sutta mengurai­kan tentang berbagai tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan agar terjalin hu­bungan yang baik diantara siapapun. Sa­lah satunya yaitu kewajiban dan tugas yang harus dilaksanakan oleh anak terha­dap orang tua, maupun orangtua terhadap anak.

Orang tua merupakan guru pertama bagi seorang anak. Untuk itu merupakan kewajiban yang utama orang tua harus mencegah anaknya untuk tidak mela­ku­kan kehal-hal yang tidak baik, didalam sigalovada sutta Digha Nikaya III, 189 cara mencegahnya sebagai berikut: Men­cegah anak berbuat jahat, Menganjurkan anak berbuat baik, Memberikan pendi­dikan profesional kepada anak, Mencari­kan atau menentukan pasangan yang se­su­ai untuk anak, Menyerahkan harta wa­risan kepada anak pada saat yang tepat.

Kelima hal tersebut diatas merupakan ke­wajiban orang tua kepada anak yang harus dilakukan. Begitu pula dengan ke­wajiban seorang anak terhadap orang tua yang harus dilakukan karena orang tua merupakan pahlawan bagi hidup seorang anak, ia menjaga dan merawat anak de­ngan penuh kasih sayang serta melakukan berbagai cara agar anak dapat hidup de­ngan bahagia, yaitu sebagai berikut:

Da­hu­lu aku telah dirawat/dibesarkan oleh mereka, sekarang aku akan menyokong me­reka, Aku akan melakukan tugas-tugas kewajibanku terhadap mereka, Aku akan menjaga baik-baik garis keturunan dan tradisi keluarga. Aku akan membuat diri­ku pantas untuk menerima warisan. Aku akan mengurus tradisi kepada sanak kelu­argaku yang telah meninggal dunia.

Dengan adanya kewajiban perbuatan baik yang saling diberikan antara orang tua dan anak, maka keharmonisan akan terjalin dengan baik, begitu juga dengan sang anak, apa bila melakukan kewaji­ban­nya kepada orang tuanya maka ia akan memiliki kebahagiaan, seperti yang telah dikatakan oleh Buddha didalam syair Dhammapada 332 sebagai berikut: “su­kha matteyyata loke, atho petteyyata su­kha, Berlaku baik terhadap ibu meru­pa­kan kebahagiaan dalam duniaini; berlaku baik terhadap ayah juga merupakan ke­bahagiaan”.

Sabbe satta bhavantu sukhitatta, semoga semua makhluk berbahagia.

Sadhu Sadhu Sadhu

Artikel ini telah terbit di Harian Analisa pada  Kamis, 4 Oktober 2018