Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhassa

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassā.

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassā.

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassā.

Paritta ini biasanya dirapalkan sebagai suatu bentuk penghormatan terhadap Sang Buddha.

Biasanya, dilafalkan pada awal perbincangan mengenai Buddhisme atau saat pembacaan sutta, paritta ini mengingatkan kita akan kualitas-kualitas ke-Buddha-an.

  • bhagavato = yang pantas
  • arahato = yang telah menyingkirkan segala kekotoran batin
  • sammāsambuddhassā = yang tercerahkan secara sempurna

namo | tassa | bhagavato | arahato | sammāsambuddhassā

penghormatan | kepada-Nya | yang pantas | tanpa kekotoran | tercerahkan secara sempurna

Beberapa hasil terjemahannya yaitu:

  • “Hormat kepada Yang Pantas, Yang Terberkati, Yang Sadar sepatutnya dengan usaha sendiri.”
  • “Hormat kepada-Nya, yang pantas, seseorang tanpa kekotoran apapun, yang telah tercerahkan penuh dengan usaha sendiri.”
  • “Hormat kepada Yang Terberkati, Yang Ditinggikan, Yang Tercerahkan Penuh.”

Dari pengertian di atas, sudah jelas bahwa paritta ini tujuannya adalah untuk menghormati Sang Buddha. Pemujaan dalam Buddhisme sifatnya aspiratif, bukan menyembah. Saat umat Buddhis melafalkan paritta ini, mereka melakukannya untuk menghormati Sang Buddha, bukan untuk menyembah-Nya.

Hal ini disinggung dalam enam kejadian terpisah yang ditulis dalam berbagai Nikaya: sekali di Digha Nikaya, tiga kali di Majjhima Nikaya, sekali di Samyutta Nikaya, dan sekali di Anguttara Nikaya.

Penggunaan “namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassā” bisa ditelusuri dari keenam sutta berikut ini:

  1. sakkapañhasuttaṃ (DN 21.8)
  2. piyajātikasuttaṃ (MN 87.1)
  3. brahmāyusuttaṃ (MN 91.1)
  4. saṅgāravasuttaṃ (MN 100.1)
  5. dhanañjānīsuttaṃ (SN 7.1)
  6. kāraṇapālīsuttaṃ (AN 5.194)

Untuk contohnya, bisa kita lihat kedua kutipan dari Pali Kanon di bawah ini.

Pertama, di Sakka-pañha Sutta (DN 21), dalam bahasa Pali:

atha kho sakko devānamindo pāṇinā pathaviṃ parāmasitvā tikkhattuṃ udānaṃ udānesi — “namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassā”

sakkapañhasuttaṃ (DN 21.8)

Terjemahannya kira-kira yaitu:

Kemudian Sakka, raja para dewa, menyentuht tanah dengan kedua tangannya dan berkata tiga kali, “Hormat kepada Yang Pantas, Yang Terberkati, Yang Sadar Diri sepatutnya dengan usaha sendiri!”

Bersama tindakan menyentuh tanah, kata-kata “namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassā” gunanya adalah untuk menunjukkan rasa hormat. Dalam sutta ini, sang raja dewa Sakka (Sakko devānaṃ indo) memberi hormat kepada Sang Buddha setelah ia menerima pembabaran Dhamma dari Sang Buddha. Bersukacita dalam Dhamma, ia pun kemudian menunjukkan rasa hormatnya dengan mengatakan “namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassā.”

Selanjutnya, yang kedua ada dalam Piyajatika Sutta (MN 87), dalam bahasa Pali:

atha kho rājā pasenadi kosalo uṭṭhāyāsanā ekaṃsaṃ uttarāsaṅgaṃ karitvā yena bhagavā tenañjaliṃ paṇāmetvā tikkhattuṃ udānaṃ udānesi — “namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa, namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa, namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassā”

piyajātikasuttaṃ (MN 87.1)

Sutta tersebut saat diterjemahkan, kira-kira begini:

Kemudian, Raja Pasenadi Kosala, setelah bangkit dari duduk dan merapikan jubahnya di bahu, memberi hormat ke arah Yang Terberkati dengan tangan merangkap di depan dada, dan menyerukan sebanyak tiga kali:

Hormat kepada Yang Terberkati, pantas & tersadarkan sepatutnya dengan usaha sendiri!

Hormat kepada Yang Terberkati, pantas & tersadarkan sepatutnya dengan usaha sendiri!

Hormat kepada Yang Terberkati, pantas & tersadarkan sepatutnya dengan usaha sendiri!

Seperti kejadian dengan Sakka, di sini Raja Pasenadi Kosala juga memberikan hormat kepada Sang Buddha. Biasanya dilakukan sebelum atau sesudah Sang Buddha membabarkan Dhamma, serta bertujuan untuk menunjukkan rasa hormat yang mendalam kepada mereka yang telah mencapai penerangan sempurna.

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassā.

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassā.

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassā.