Orang-orang

Banyak orang tertarik untuk melihat kehidupan masa lalu maupun masa akan datang. Sebenarnya, kita bisa melihat itu, dengan melihat kehidupan kita yang sekarang. Ada orang-orang yang berada dalam kesengsaraan dan kebahagiaan.

Dalam Kesengsaraan

Jika kita melihat seseorang yang miskin, memiliki sedikit makanan dan minuman, bertahan hidup dengan susah payah, pakaian diperoleh dengan susah payah, demikian pula kendaraan, rumah, tempat tidur, dan penerangan. Ia buruk rupa, tidak menarik, cacat, berpenyakitan, pincang, atau lumpuh. Dari hal hal di atas, kita bisa mengetahui bahwa orang itu pada kehidupan lampaunya berada di alam sengsara.

Banyak orang, yang setelah mengalami kesengsaraan seperti di atas, ingin mencari penghidupan yang lebih baik. Mereka kemudian mencuri, menipu, membunuh, melakukan perbuatan buruk. Dengan melakukan hal ini, kita akan mengetahui masa depan orang orang itu. Setelah hancurnya tubuh, mereka akan kembali akan menuju alam sengsara.

Banyak juga orang, yang setelah mengalami kesengsaraan di atas, bisa memahami dan mau memperbaiki diri. Mereka mencari penghidupan yang lebih baik, mereka menghindari perbuatan mencuri, menipu, membunuh. Mereka menahan diri dari perbuatan yang tercela walaupun dengan susah payah. Dengan melakukan hal ini, kehidupan berikut orang orang itu dapat kita ketahui. Orang-orang itu akan menuju ke alam yang baik setelah hancurnya tubuh.

Dalam Kebahagiaan

Jika kita melihat seseorang yang kaya, memiliki banyak makanan dan minuman, hidup dalam kemewahan, pakaian diperoleh dengan mudah, demikian pula kendaraan, rumah, tempat tidur, dan penerangan. Ia rupawan, menarik, memiliki tubuh yang sehat dan sempurna. Dari hal hal di atas, kita bisa mengetahui bahwa orang orang itu pada kehidupan lampaunya berada di alam yang baik.

Dengan keadaan menyenangkan seperti itu, ada banyak orang menjadi lalai. Takut keadaan ini berubah, takut keadaan ini terpisah darinya, mereka melakukan perbuatan buruk, seperti mencuri, menipu, membunuh. Dengan melakukan hal ini, kita akan mengetahui masa depan orang itu. Setelah hancurnya tubuh, orang orang itu akan menuju alam sengsara.

Banyak juga, orang orang yang mendapatkan keadaan menyenangkan seperti itu, memahami, menyadari, bahwa keadaan menyenangkan ini datang padaku karena perbuatan baik yang kulakukan pada masa lalu. Untuk memperoleh ini lagi di masa depan, aku tidak boleh lalai. Orang orang itu kemudian melakukan perbuatan bajik. Dia menjadi seorang pemberi, memiliki rasa hormat, dan banyak melakukan perbuatan bajik. Dengan melakukan seperti itu, kita akan mengetahui masa depan orang orang itu. Setelah hancurnya tubuh, orang orang ini akan menuju alam yang menyenangkan.

Inilah keadaan yang dialami orang orang. Yang perlu kita sadari adalah kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Yang bisa dilakukan hanyalah saat ini. Dengan hidup yang sadar dan waspada saat ini, kita menentukan masa depan kita. kita meninggalkan kehidupan lalu kita yang kelam, menuju masa depan cemerlang.

 

Sumber : Majalah Dhamma Inside Vol. 22 – September 2015