Pohon Bodhi, Pohon Penerangan

Kehidupan Siddharta Gautama, yang kemudian menjadi Sang Buddha, sangatlah sentral dalam Buddhisme. Dan dalam cerita kehidupannya, kita bisa menemukan salah satu simbol Buddhis yang terpenting: Pohon Bodhi. Banyak sekali cerita-cerita yang mengelilingi pohon Bodhi.

Kisah kehidupan Sang Buddha sudah diketahui secara luas. Sang Buddha (“Yang Tercerahkan”) hidup 2500 tahun yang lalu. Lahir sebagai seorang pangeran, dia meninggalkan segala kemewahan saat menyadari betapa hidup ini dipenuhi penderitaan. Selama 6 tahun, dia menjalani gaya hidup meditasi yang ekstrim, sehingga hampir mati kelaparan. Tetap saja dia tidak bisa mencapai pencerahan. Kemudian dia duduk di bawah sebuah pohon ara – disebut juga sebagai pohon pipal – di lokasi yang nantinya menjadi Buddhagaya. Setelah bermeditasi selama 49 hari, dia kemudian berdiri dan berterima kasih kepada pohon tersebut karena sudah memberinya perlindungan, dan saat itulah dia mencapai Penerangan Sempurna. Pohon ini kemudian disebut Pohon Bodhi – pohon Penerangan.

Pohon Bodhi yang terdapat di Buddhagaya sekarang adalah keturunan dari pohon di mana Sang Buddha mencapai Penerangan Sempurna, serta merupakan salah satu situs ziarah Buddhis yang paling penting.

Kisah kehidupan Sang Buddha membeitahu kita bahwa pohon tersebut lahir tepat saat kelahiran Pangeran Siddharta. Pohon Bodhi akan terus hidup hingga dunia ini hancur, dan tempat di mana pohon ini tumbuh akan menjadi tempat terakhir yang dihancurkan. Saat dunia lahir kembali, tempat itu juga lah yang akan muncul pertama kali.

Pohon Bodhi, Pohon Penerangan
Pohon Bodhi, Pohon Penerangan

Dalam meditasi Buddhis ada jenis tertentu yang disebut Meditasi Pohon Bodhi. Dalam praktik ini, kita merenungkan misteri-misteri tentang pohon ini dan tempatnya di antara simbol-simbol Buddhis.

Dalam ikonografi Buddhis, gambaran pohon Bodhi terdiri dari pohonnya sendiri serta bayangannya. Bagian pohon melambangkan kehidupan, kesedihan, dan nafsu duniawi, sedangkan bayangannya melambangkan hidup yang sempurna, yang dicerminkan melalui kesadaran diri yang didapat dari meditasi Buddhis. Pohon Bodhi digambarkan memiliki daun yang berbentuk hati.

Pohon Bodhi juga dianggap sebagai perumpamaan untuk perjalanan menuju pencerahan. Seperti halnya biji pohon Bodhi tumbuh dan berkembang, demikian juga batin kita.

Selain itu, pohon Bodhi dianggap suci karena berbagai alasan. Pertama, di bawah pohon inilah Sang Buddha mencapai Penerangan Sempurna. Kedua, Pohon Bodhi adalah Pohon Dunia, yang menyatukan semua alam dan melambangkan perjalanan menuju pencerahan. Dan terakhir, pohon Bodhi memiliki aspek estetika yang indah: dikatakan pohon Bodhi bisa membuat hujan bunga.

Pohon bodhi, diketahui mengeluarkan oksigen pada malam hari. Hal ini berbeda dengan pohon lain yang akan menghasilkan karbondioksida (CO2) pada malam hari. Itulah sebabnya Sang Buddha dahulu melakukan pertapa di bawah pohon ini, sampai sekarang pohon ini dianggap sakral oleh umat Buddha.

Sampai sekarang ini, kita bisa dengan mudah menemukan pohon Bodhi di banyak vihara Buddhis, di mana kebanyakannya dipercaya merupakan keturunan dari pohon Bodhi suci yang ada di Buddhagaya.

Pohon Bodhi, Pohon Penerangan
Pohon Bodhi, Pohon Penerangan

Manfaat Pohon Bodhi bagi Manusia :

Namun di balik perawakannya yang tinggi dan besar, pohon Bodhi juga memiliki beragam manfaat. Nah, berikut ini penjelasan mengenai manfaat dari pohon Bodhi antara lain adalah sebagai berikut ini :

1. Alat Perkakas

Manfaat pohon Bodhi yang pertama adalah sebagai perkakas rumah tangga. Hal ini sesuai karena batang pohon Bodhi yang besar dan kuat sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan perkakas. Contoh perkakas yang dibuat dari pohon Bodhi adalah sendok, piring, kursi, meja dan lemari. Kegunaan perkakas sangat penting sekali untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Perkakas merupakan salah satu bagian dari peralatan di rumah yang diperlukan. Contohnya meja yang digunakan untuk menulis atau tempat meletakkan barang-barang. Kursi yang dapat digunakan untuk duduk dan lemari untuk menyimpan berbagai jenis barang yang penting bagi Anda sehingga barang tersebut lebih aman dari jangkauan luar.

2. Pakaian

Siapa sangka pohon Bodhi juga memiliki manfaat seperti pakaian. Ternyata masyarakat pedalaman masih ada yang menggunakan daun dari pohon ini sebagai pakaian yang menutupi tubuh mereka. Jadi daun dari pohon Bodhi ini dipetik satu-persatu. Kemudian disatukan antara satu daun dengan daun lainnya dan digunakan untuk menutupi bagian tubuh yang vital. Itu dilakukan baik oleh laki dan perempuan, dari anak-anak hingga dewasa. Hingga saat ini masih banyak dijumpai di suku pedalaman yang menggunakan daun ini sebagai pakaian khas mereka.

3. Obat-obat alami

Obat-obatan penting digunakan untuk mengobati penyakit. Pohon Bodhi dapat dijadikan sebagai salah satu obat herbal yang dipercaya dapat mengobati beberapa jenis sakit. Sebagai manfaat tanaman herbal obat pohon ini tidak memiliki efek samping apapun selama diminum dalam batasan yang dianjurkan oleh dokter. Adapun bagi Anda yang sudah biasa menggunakan pohon ini sebagai pengobatan herbal dapat menjelaskan tata cara mengolah pohon ini untuk dijadikan sebagai obat alami.

4. Peneduh lingkungan sekitar

Dari bentuknya yang tinggi dan besar pohon Bodhi ini juga banyak dimanfaatkan sebagai peneduh bagi tempat tumbuhnya. Peneduh dalam artian meneduhi dari terik sinar matahari. Biasanya pohon ini banyak ditanam di sekitar taman. Tujuannya adalah sebagai tempat melepaskan penat bagi setiap orang yang bermain di taman tersebut. Karena pada umumnya taman ada sebagai tempat bermain bagi anak-anak. Di taman biasa juga ditemui berbagai arena bermain seperti ayunan, main sepeda, main lari – larian dan perosotan.

Pohon ini juga memiliki cabang yang banyak sehingga dapat membantu meneduhi sebagai besar tempat dimana dia ditanam. Selain itu pohon Bodhi ini memerlukan arena tempat penanaman dengan tanah yang luas untuk mendukung pertumbuhannya. Terlebih lagi keberadaan pohon Bodhi ini mendukung sekali manfaat lingkungan bersih yang sering digalakkan oleh pemerintah.

5. Karya Lukisan Daun Bodhi

Pohon Bodhi, Pohon Penerangan
Pohon Bodhi, Pohon Penerangan

Lukisan dari daun pohon Bodhi menarik wisatawan di Candi Mendut dan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Pohon Bodhi, Pohon Penerangan
Pohon Bodhi, Pohon Penerangan

Lukisan ini termasuk unik karena terbuat dari daun pohon bodhi asli yang dinilai sakral oleh umat Buddha. Adalah Untung Marzuki (38), salah satu pelukis daun bodhi yang membuka lapak di dekat komplek Candi Mendut, Mungkid, Magelang. Hari raya Waisak menjadi momentum meraup keuntungan lebih besar dibanding hari-hari biasanya. Sebab, Candi Mendut dan Candi Borobudur selalu dibanjiri wisatawan, dan tentu umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara untuk melaksanakan kegiatan keagamaan. “Ya, ada peningkatan penjualan dibanding hari-hari biasa,” kata Untung

Jika biasanya pada hari biasa, ia bisa menjual lukisan ukuran postcard antara 10-20 buah per hari, pada Waisak bisa 2-3 kali lipat per hari. Harganya berkisar Rp 25.000 – Rp 2 juta per buah. Mahalnya lukisan tergantung kerumitan dan ukuran lukisan. “Peminatnya kebanyakan turis asing. Mereka berani beli lebih mahal karena mereka menghargai proses sebuah karya seni,” jelasnya.

Ide pembuatan lukisan daun Bodhi dimulai sejak 2008. Ketika itu Untung memang sudah gemar melukis tapi masih menggunakan media biasa. Ia berfikir saat itu belum ada suvenir yang benar-benar khas Candi Borobudur atau Mendut. “Untuk melukisnya pakai cat biasa. Tapi yang lama adalah proses mengeringkan daun Bodhi itu supaya hasilnya bagus,” ucapnya. Ia melanjutkan, proses awal daun bodhi diambil dari pohon yang usianya tidak kurang dari 10 tahun. Kemudian daun Bodhi berwarna hijau itu direndam ke dalam air tidak bersih.

“Daun direndam bisa di kolam, pakai air yang biasa, tidak bersih malah lebih baik karena bakteri-bakteri itu akan melunturkan hijau daun. Waktu perendaman sekitar 1 bulan, tidak boleh lebih karena daun akan busuk,” jelasnya. Setelah direndam, daun-daun tersebut kemudian diangkat, dibersihkan, dan dikeringkan. Daun yang tinggal tulang-tulangnya itu tidak boleh terkena sinar matahari langsung karena panas matahari bisa merubah bentuk asli daun. “Jadi pengeringannya di angin-angin saja. Ini seni kesabaran memang, saat direndam juga tidak boleh ditumpuk-tumpuk, bisa rusak,” paparnya.

Daun Bodhi memiliki keistimewaan dibanding daun-daun lainnya. Daun ini memiliki serat yang kuat, pori-pori padat, tulang daun terletak dimuka sehingga tampak lebih cantik. Pohon Bodhi, lanjutnya, diketahui mengeluarkan oksigen pada malam hari. Hal ini berbeda dengan pohon lain yang akan menghasilkan karbondioksida (CO2) pada malam hari. “Itulah sebabnya Sang Buddha dahulu melakukan pertapa di bawah pohon ini, sampai sekarang pohon ini dianggap sakral oleh umat Buddha,” tuturnya.