Sikap Umat Buddha Terhadap Era Globalisasi

Utthainavato satimato,
Sucikammassa nisammakairino
Sannatassa ca dhammajivino,
Appamattassa yaso bhivaoohati

Tabah dan penuh perhatian, suci dalam setiap perbuatan, hati-hati dalam setiap tingkah laku, mengendalikan diri dengan baik, dan hidup secara benar, maka orang yang selalu sadar ini akan maju dengan cepat.

(Dhammapada 2:4)

Sikap umat Buddha terhadap era globalisasi bukanlah menutup diri, melainkan yang paling tepat adalah membuka diri dalam arti siap beradaptasi, meskipun keterbukaan diri bukan berarti dengan begitu saja umat Buddha menerima segala sesuatu yang tawarkan. Keterbukaan diri tersebut tentunya memerlukan suatu persiapan diri yang boleh dikatakan sebagai kemampuan diri tertentu. Kemampuan diri ini sangat penting dalam rangka penyesuaian hidup seseorang terhadap perkembangan globalisasi untuk mewujudkan kehidupan yang diharapkan.

Pemahaman apa adanya mengungkapkan keberadaan dari segala sesuatu yang terdapat dalam hidup itu sendiri, yang selalu berubah (anicca), tidak memuaskan (dukkha), dan tanpa substansi / intikekal (anatta) merupakan sikap diri yang benar untuk memperoleh kebebasan diri dan kebahagiaan hidup. Kemajuan dunia modern menuntut wawasan yang lebih luas, lebih lengkap, dan lebih dewasa tanpa harus kehilangan identitas atau jati diri kita. Perlindungan kepada Dhamma merupakan ‘Sahabat Sejati’ bagi kehidupan umat Buddha dalam era globalisasi yang diwarnai perubahan berbagai hal, baik segi fisik, sosial, maupun ideal. Dhamma hendaknya dijadikan tolak ukur penyesuaian diri yang benar-benar dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia.

Buddha Dhamma memuat ajaran ‘Jalan Tengah’ dalam hal meraih kemajuan di tengah-tengah kehidupan kita sehari-hari. Ajaran itu menekankan perkembangan kemajuan segi fisik maupun mental, sehingga kemajuan materi jangan sampai menomorduakan kemajuan batin. Oleh karena itu, manusia ideal hendaknya memperhatikan 4 macam kemajuan: fisik, sosial, mental, dan intelektual secara seimbang.

 

Sumber: Majalah Swara Dhammasena Edisi 7 / Mei 2017