Sukses

Sukses, apakah arti daripada sukses? Banyak orang mengatakan bahwa sukses itu berarti mempunyai rumah mewah, mobil mewah, atau dengan kata lain harta kekayaan yang berlimpah. Tetapi apakah Anda pernah berpikir dan merenungkan, apakah kesuksesan itu?

Sebenarnya secara kasat mata, sukses dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

  1. Sukses secara materi
  2. Sukses secara rohani

Sukses secara materi

Bagaimana cara mendapatkan sukses macam ini? Dan apa keuntungan dan kerugian apabila mendapatkan kesuksesan tipe ini? Banyak cara untuk mendapatkan kesuksesan tipe ini, baik melalui jalan ‘lurus’ atau jalan ‘sesat’. Seperti yang kita ketahui banyak orang yang mencari harta dengan berdagang narkoba atau dengan menjadi bandar judi.

Pertanyaannya sekarang, apakah mereka SUKSES? Jika dilihat dari segi harta materi, memang benar sukses, tetapi bahagiakah mereka? Belum tentu! Dan kebanyakan orang-orang yang menempuh jalan ini akan diliputi oleh ketakutan dan kecemasan yang berlebih. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang salah, melanggar hukum. Sama seperti seorang anak kecil yang berbohong pada ibunya, anak ini akan terus was-was apabila suatu saat ibunya akan mengetahui kebohongan tersebut.

Hal ini tentu berbeda dengan orang yang mendapatkan harta jenis ini berdasarkan jalan lurus atau sesuai dengan Dhamma. Mungkin jalan yang dilalui akan lebih panjang dan lama tetapi hasil dari usaha ini akan lebih nikmat dirasakan. Karena seperti yang kita ketahui manusia itu selalu diliputi dengan kecemasan dan ketakutan, sehingga apabila sumber kecemasan dan ketakutan ini sudah dipangkas lebih pendek, maka kebahagiaan pun akan mendapat porsi yang lebih banyak.

Tetapi, seperti pertanyaan di atas, walaupun harta kekayaan didapatkan dengan jalan yang lurus, apakah mereka BAHAGIA? Jawabannya tetap sama, yaitu BELUM TENTU! Mengapa? Mungkin kecemasan terhadap hukum, seperti yang dialami oleh orang yang mencari harta dengan cara yang ‘sesat’ sudah tereduksi. Akan tetapi, apakah kecemasan akan hilangnya harta yang sudah dikumpulkan dengan susah payah itu sudah hilang? Demikian pula kecemasan terhadap penyakit, usia tua, atau kehilangan orang-orang yang dicintai, dll.

Sukses secara rohani

Bagaimana cara mendapatkan sukses macam ini? Dan apa keuntungan dan kerugian apabila mendapatkan kesuksesan tipe ini? Hanya ada 1 cara untuk mendapatkan sukses macam ini, yaitu dengan membina mental berdasarkan agama; dalam hal ini kita berbicara dari kacamata Buddha Dhamma.

Pada tingkat-tingkat awal kita banyak membaca dan meresapi buku-buku yang berisi tentang dasar-dasar dan pemikiran-pemikiran tentang Buddha Dhamma. Tingkat berikutnya kita berusaha memraktekkan konsep-konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat yang lebih baik berikutnya adalah dengan cara berusaha dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati menjalankan 5 latihan sila yang diselingi dengan atthasila dan dasasila. Setelah menjalani semua hal ini dengan tekad dan kesadaran penuh, pasti akan mendapatkan manfaat yang besar sekali dan cenderung untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu pengenalan meditasi. Tetapi sebelum mengetahui manfaat dari meditasi dan meyakininya, ada baiknya mencobanya terlebih dahulu. Kemudian setelah mencoba dengan sungguh-sungguh maka manfaat paling dasar yang diperoleh adalah ketenangan pada tingkat yang berbeda dari orang-orang pada umumnya.

Apakah fungsi dari ketenangan tersebut? Mungkin kita semuanya akan berpikir, “Untuk apa? Saya sudah tenang kok dan saya bahagia saat ini!” Mungkin contoh dari tiap-tiap orang berbeda tetapi masalah akan muncul pada saat ‘badai’ datang. Contohnya, pada saat kehilangan orang terdekat atau usaha yang dirintis bertahun-tahun hancur, sedangkan pada saat itu ada keluarga yang harus ditanggung. Pada saat seperti inilah merupakan waktu yang paling tepat untuk menguji ketenangan kita. Bukannya mengharapkan hal tersebut terjadi pada Anda, tapi inilah realitas hidup dan cara untuk mengatasinya telah ditunjukkan oleh seorang guru besar spiritual dari India pada 2500 tahun yang lalu, Buddha Gautama.

Sekarang kita kembali pada kesuksesan. Setelah mengetahui bahwa kesuksesan itu ada 2 tipe, kesuksesan manakah yang ingin Anda dapatkan? Tidak ada yang salah dari kedua jenis kesuksesan tersebut. Sekarang tergantung dari pribadi masing-masing, yang manakah yang patut dikejar dalam hidup ini? Yang mana pun yang ingin dicapai hendaknya kita fokus pada tujuan dan selalu berpegang teguh dalam Buddha Dhamma. Karena apa? Seringkali hambatan yang paling besar didapat dari orang-orang terdekat. Orang tua, saudara kandung, pacar, suami/istri, dan anak. Contoh hambatan yang dimaksud adalah dengan kata-kata seperti ini, “Lihat si A, dia sudah punya rumah dan mobil serta usahanya maju sekali lho…” dan sebagainya. Apakah kita cukup kuat untuk berpegang teguh pada pilihan kita apabila dihadapkan pada situasi seperti itu? Apabila kita tidak berpegang teguh dalam Buddha Dhamma maka dalam waktu singkat, kita dapat berpikiran pendek untuk mencari jalan pintas dalam hidup ini.

Jadi kesimpulannya adalah hidup ini haruslah seimbang antara sukses materi dan sukses rohani (untuk umat awam atau nonbhikkhu). Kita boleh, sekali lagi, boleh untuk mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya tetapi sebaiknya tidak lupa untuk mengumpulkan kebajikan dengan berdana, mengembangkan metta, bermeditasi dan peduli dengan orang lain sehingga terpenuhi semua kebutuhan rohani dan jasmani.

Hidup tanpa harta sulit, akan tetapi lebih sulit hidup tanpa kebajikan.