Sunnataram Forest Monastery, Australia

Sunnataram Forest Monastery atau juga dikenal dengan nama Vihara Sunnataram, berada di pinggir kota (country side) dari Sydney, masih merupakan bagian dari New South Wales, berada di pertengahan antara Sydney dan Canberra, berjarak sekitar 3,5 – 4 jam perjalanan jika kita menyetir mobil di tengah kota (CBD) Sydney, Australia.

Begitu memasuki vihara ini, ketenangan dan kedekatan dengan alam bisa terasa, kita akan melewati kolam air yang tenang, di samping kolam ada patung Avalokitesvara, salah satu tujuan untuk menginspirasi kita untuk terus berusaha dalam jalan Dhamma, saat mengingat usaha sang Bodhisatva penuh cinta kasih ini, akan jasa dan semangat serta cinta kasih dari sang Bodhisatva, yang terus berupaya untuk membebaskan semua mahkluk dari penderitaan.

Pemandangan alam yang indah dengan nuansa kehijauan terhampar mengelilingi vihara ini, terpadu harmonis dengan arsitektur bebatuan alami sebagai dari vihara yang luas ini, vihara bertradisi Theravada ini dikepalai oleh seorang Bhikkhu, yang bernama Bhante Phra Mana Viriyarampo, berasal dari Thailand. Beliau berwawasan luas, salah satunya adalah pengetahuan beliau tentang sejarah penyebaran Buddha Dhamma di berbagai bagian dunia dari jaman sang Buddha hingga generasi sekarang yang mendetil. Saat bertemu beliau, dari kesan pertama pun sudah bisa terasa beliau seorang yang baik hati, ramah, penuh senyum, akrab dan penuh cinta kasih dalam menyambut umat atau siapa saja yang datang berkunjung. Bersemangat dalam menjelaskan Dharma atau arti dalam Buddha Dhanna untuk bagian-bagian yang menghiasi vihara ini, dan juga tidak kalah bersemangat ketika mengajak kita untuk ikut bermeditasi bersama.

Aktivitas utama beliau selain bermeditasi, beliau juga turut langsung dalam membangun vihara ini, yang tak luput dari kerja keras, arahan maupun tangan beliau sendiri untuk merancang, memotong atau mengukir bebatuan yang diperlukan.

Bangunan utama dari vihara ini adalah sebuah Pagoda, yang bernama Gratitude Pagoda (pagoda pernyataan terima kasih), terbangun dari ukiran-ukiran batu besar yang indah, di bagian luar terlihat 19 patung Buddha Sakyamuni yang berada di posis sedang berdiri penuh kharisma, mewakili 19 tradisi-tradisi negara yang berbeda, patung-patung ini melambangkan sejarah dari tempat-tempat di mana Buddha Dharma pernah tersebar di belahan dunia tersebut, masing-masing patung bisa dikenali dari hiasan atribut atau jubah yang agak berbeda, sesuai dengan tradisi negara setempat. Jubah yang dipakai umumnya adalah jubah bangsawan atau kehormatan kerajaan, yang melambangkan penghormatan umat setempat kepada sang Buddha.

Patung — patung ini mewakili negara-negara, seperti: Thailand, Laos, Burma, Gandhara (Yunani, Afganistan, Pakistan), Kamboja (Lopburi), Srilanka, Borobudur (Indonesia, Singapore, Malaysia), Tibet (Mongolia, Sikkim, Bhutan), China, Korea, Jepang, Vietnam.

Di Pagoda ini juga tersimpan banyak relik suci. Relik-relik suci di antaranya: Sakyamuni Buddha, para arahat seperti: Ananda, Sariputra, Moggalana, dan masih banyak relik arahat lainnya yang namanya atau kisahnya tidak asing bagi kita, cerita tentang kisah hidup dan pencerahan mereka di jaman Sakyamuni Buddha.

Umat bisa bermeditasi di ruang dalam pagoda yang tenang dan penuh berkah dari banyaknya relik-relik suci yang tersimpan di dalam pagoda ini.

Keindahan dan kualitas pengukiran yang cermat dari Pagoda ini bagai dibangun oleh para tenaga pengukir batu yang ahli, tapi ternyata dibangun oleh para Bhikkhu dan para anagarini yang tinggal di tempat ini, serta dukungan para umat, yang tentu saja bukan ahli atau orang yang berpengalaman dalam pembangunan seperti ini, tetapi berkat kerja keras, usaha dan tenaga mereka sendiri, disesuaikan dana yang terkumpul, setahap demi setahap pembangunan berlangsung, satu per satu batu dibeli, dipotong, diukir hingga terbangun vihara indah dan bagus ini.

Sunnataram Forest Monastery, Australia
Sunnataram Forest Monastery, Australia

lanjut —>