Tadao Ando Water Temple

Di atas bukit pulau Awaji, Jepang, arsitek terkenal Tadao Ando membangun Vihara Air-nya, Vihara Air lebih dari sekedar bangunan. Vihara ini merupakan pengalaman yang merepresentasikan perubahan yang radikal pada arsitektur tradisional vlhara-vihara Jepang. Sang arsitek, Tadao Ando, memainkan kesan ruang dengan sangat baik dalam vihara ini. Vihara ini dibangun sebagai tempat peribadahan umat Buddhis sekte Shingon (Zhenyan). Lokasinya dapat dicapai dari jalan panjang yang mendaki.

Seseorang akan diarahkan oleh 2 dinding beton, berwarna putih setinggi 3 meter yang sederhana dan tidak di-finishing, menuju ke sebuah tempat yang tampak seperti kolam teratai oval. Air yang diam dan tenang di kolam tersebut memberikan ketenangan sebuah meditasi dan pembersihan pikiran. Air di kolam tersebut juga bagaikan garis horizon yang tak terbatas, memantulkan alam sekelilingnya seperti pegunungan, langit, padi dan hutan bambu.

Tadao Ando Water Temple
Memantulkan alam sekitarnya

Tangga dari beton yang memotong tepat di tengah lingkaran kolam, turun menuju sebuah ruang yang gelap di bawah kolam. Dari terang menuju gelap, sebuah perpindahan kesan ruang sekaligus memberikan sebuah batasan ruang yang baru yaitu area suci dari sebuah Vihara Buddhis. Berlawanan dengan warna monokromatik dari dinding dan tangga beton yang putih, interior dari vihara tersebut dipenuhi dengan warna. Ruang yang melingkar diisi oleh cahaya merah kejinggaan, yang seolah-olah berdenyut dari pusat vihara tersebut, sebuah area yang paling penting yaitu tempat altar utama yang menyimpan sebuah Buddha rupang.

Tadao Ando Water Temple
Tangga masuk

Seseorang tidak secara langsung memasuki ruang utama vihara, namun harus berjalan memutar terlebih dahulu. Semakin dekat dengan altar utama, warnanya akan semakin terang dan ini dengan sendirinya akan menuntun kita menuju sumber cahaya ketika mengikuti jalur yang dibatasi oleh dinding-dinding beton yang sangat halus permukaannya itu.

Warna merah vermilion menjadi semakin terang ketika matahari terbenam dan cahaya matahari masuk melewati jendela yang menghadap ke arah barat. Cahaya dari arah barat memiliki arti simbolik karena Sang Buddha berasal dari sebelah barat (India). Sebelumnya telah ada vihara yang dibangun dengan menggunakan cahaya dari barat sebagai elemen simboliknya yaitu Vihara Jodo-ji di Hyogo yang dibangun oleh arsitek Bhiksu Chogen pada tahun 1192 M.

Tadao Ando Water Temple
Warna merah vermilion

Di dekat Vihara Air, juga terdapat Awaji Yumebutai, sebuah kompleks yang terdiri dari hotel, kapel, taman, restoran, rumah kaca dan sebagainya, yang dirancang oleh Tadao Ando.

 

Sumber: Majalah Sinar Dharma Vol. 7 No. 1 / 2552 BE Februari 2009 – April 2009