Tahun Baru Imlek dengan Cara Buddhis

Di seluruh dunia di komunitas-komunitas Tionghoa, tahun baru Imlek diwarnai dengan berbagai ucapan sapaan tradisional seperti “Jin yu mang tang” – (Semoga rejeki memenuhi rumah Anda!); “Da zhan hong tu” (Semoga semua aspirasi tercapai!); “Wan shi ru yi” (Semoga doamu terkabul!). Semua sapaan Imlek ini mendoakan agar datang rejeki dan bahagia selalu.

Kekayaan dan kebahagiaan ada hubungannya dengan ajaran Buddhis mengenai perilaku baik. Orang Tionghoa yang beragama Buddha percaya bahwa hasil akibat perilaku baik berasal dari karma baik yang merupakan sumber kebahagiaan. Akan tetapi kebahagiaan seperti itu palsu dan sementara. Kebahagiaan macam itu hanyalah kesenangan duniawi, yang bukan kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sejati adalah kenikmatan spiritual tanpa menyangkal kesenangan indria duniawi. Sama seperti agama lainnya, agama Buddha mengajarkan kita seni kebahagiaan sejati dengan cara memberi tanpa balasan agar rasa kemelekatan berkurang. Saat Imlek, memberikan angpao berisi uang dianggap sebagai latihan mengurangi kemelekatan bagi umat Buddhis.

Saat perayaan Imlek diadakan dengan kebijakan Buddhis, sapaan dan doa Imlek di atas menjadi lebih bermakna. Hasilnya, perkataan yang kedengarannya biasa itu menjadi campuran doa dan harapan agar kita mencapai kebahagiaan sejati. Kebahagiaan akibat hal-hal duniawi itu sementara, sementara pencapaian kebahagiaan sejati akan membawa kita ke Nirvana.

Tetapi bagaimana cara merayakan Tahun Baru Imlek dengan bijak sesuai dengan agama Buddha? Ingat, kebahagiaan sejati artinya kesenangan altruistik, bukan egoistik. Kesenangan altruistik adalah rasa senang karena membuat orang lain senang dengan cara memberi (berdana). Sedangkan kesenangan egoistik adalah memuaskan nafsu sendiri dengan cara menerima, bukannya memberi, tanpa mempedulikan orang lain. Imlek penuh dengan kebahagiaan sejati karena maknanya lebih ke memberi daripada menerima bagi orang yang lebih tua, bos, atau orang yang menjamu.

Agama Buddha tidak mngharuskan umatnya untuk melepaskan kesenangan duniawi sepenuhnya demi perbuatan altruistik. Agama Buddha mengajarkan umatnya untuk menikmati hidup dengan membahagiakan orang lain melalui kesenangan altruistik. Altruisme akan dicapai dengan melepaskan kesenangan egoistik. Dari sapaannya saja, sudah bisa diketahui Imlek menjunjung tinggi kebahagiaan altruistik, oleh karena itu Imlek juga bisa dianggap hari raya agama Buddha, meskipun awalnya memang hanyalah tradisi Tionghoa.

Oleh sebab itu, tingkatkanlah Tahun Baru Imlek Anda dengan mengembangkan kebijaksanaan dan kebaikan. Ucapkan “Gong Xi Fa Cai” atau sapaan lainnya dengan tulus. Cukup alihkan kesenangan egoistik menjadi kesenangan altruistik. Ikut berbahagia ketika orang lain juga berbahagia. Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2570!