Tanya Jawab dengan Suhu Xian Bing dengan Tema Kesuksesan Hidup

1. Apa arti kesuksesan dalam kehidupan yang sesungguhnya?

Kesuksesan adalah keberhasilan dalam mencapai tujuan. Karena tujuan masing-masing manusia berbeda, maka parameter kesuksesan masing-masing manusia adalah berbeda. Karena tujuan duniawi selalu relatif, maka kesuksesan duniawi yang dicapai juga dapat disebut kesuksesan relatif.

Sebagai umat Buddha, kita disarankan untuk menetapkan Kebahagiaan Tertinggi Nirvana, keterbebasan dari semua penderitaan, baik penderitaan fisik maupun penderitaan batin; penderitaan jangka pendek maupun penderitaan jangka panjang; penderitaan yang tersadari maupun yang belum tersadari, sebagai tujuan hidup kita. Karenanya, keberhasilan kita mencapai kebahagiaan Mutlak tersebut, disebut sebagai Kesuksesan Mutlak.

2. Bagaimana seharusnya seorang Buddhis menanggapi kesuksesan itu?

Dalam menanggapi kesuksesan maupun kegagalan, seorang Upasaka / Upasika (sebutan bagi umat Buddha) perlu mengembangkan hati yang tenang seimbang (Upeksha), dengan menyadari bahwa segala fenomena adalah tidak kekal (Anitya/Anicca), sehingga sebagaimana kegagalan tidak akan bertahan selamanya, demikian pula kesuksesan.

Karenanya, ketika gagal jangan terlalu berlarut dalam kesedihan melainkan mempercepat perubahan ke arah yang positif, dan ketika sukses, jangan terlalu berlarut dalam kesenangan melainkan tetap rendah hati dan sadar bahwa untuk mempertahankan kesuksesan perlu terus berjuang.

3. Bagaimana cara untuk mencapai kesuksesan yang baik?

Cara untuk mencapai kesuksesan yang baik adalah dengan cara yang tidak merugikan orang lain, tidak merugikan diri sendiri. Menguntungkan orang lain dan menguntungkan diri sendiri. Selain itu, berupaya dengan logis serta menghindar dari upaya-upaya instan dan apalagi mistis. Memahami bahwa semua perlu proses. Menyadari bahwa kesuksesan lebih ditentukan oleh proses daripada hasil. Sehingga lebih menjunjung proses yang sesuai dengan etika moral dan susila tanpa mengabaikan upaya penuh semangat yang bijak.

Tanya Jawab dengan Suhu Xian Bing dengan Tema Kesuksesan Hidup
Tanya Jawab dengan Suhu Xian Bing dengan Tema Kesuksesan Hidup

4. Bagaimana kita mengawali segala sesuatu untuk mencapai kesuksesan itu?

Seorang Upasaka/Upasika disarankan untuk, mendasarkan perjalanan kesuksesannya pada enam langkah penyempurnaan ini:

  1. Dana (semangat memberi yang tulus ikhlas): Dana artinya, kesediaan untuk memberi, kesediaan untuk tulus, kesediaan memberi yang indah walau dibalas dengan buruk. Berdanalah tanpa henti dengan melupakan bahwa kita telah pernah berdana.
  2. Sila (komitmen pada etika dan moral): Sila artinya, kita menempatkan etika, moral, susila di atas kepala kita, bahkan di atas kepentingan kita untuk mencapai kesuksesan. Artinya, bila suatu hari nanti kita dihadapkan pada pilihan akan kegagalan atau pelanggaran etika moral, kita akan tetap memilih menjaga etika dan moral.

Sekilas, ini terlihat menghambat kesuksesan bukan? Namun sebenarnya, dari sinilah kesuksesan yang akan kita capai, diuji kesejatiannya.

Kesuksesan yang dicapai melalui cara yang tidak sesuai dengan hati nurani, tidak akan benar-benar menjadi cerita yang menggembirakan bagi keturunan kita kelak. Misalnya saja, Jenderal Polisi Pak Hoe Geng, yang kelihatan tidak kaya, namun, namanya harum hingga kini, tetap membawakan kebahagiaan dan kebanggaan gemilang bagi keturunannya.

Sedangkan kekayaan yang diperoleh dengan tidak benar, semua pasti menyisakan jurang penyesalan, rasa malu, pencemoohan yang jauh lebih pahit, bahkan mampu memahitkan kemanisan semu harta-tahta yang tak lagi berarti. Karenanya, Sila adalah pondasi sekaligus pagar pengaman kesuksesan dari kejatuhan yang mendalam.

  1. Ksanti (Konsistensi, kesetiaan, kesabaran): Ksanti berarti kita belajar meyakini bahwa, tidak ada tanaman yang berbuah keesokan hari setelah ditanam. Belajar menerima kenyataan bahwa upaya pencapai kesuksesan pasti perlu proses dan waktu, yang penting kita harus tetap menjaga konsistensi dan kesetiaan pada cara mencapai kesuksesan tanpa mengharap jalan pintas yang tidak sehat.
  2. Virya (kestabilan semangat): Virya adalah semangat yang stabil dan terpelihara dengan baik. Bila terlalu menggebu di awal, biasa akan cepat kehilangan semangat ketika fajar kesuksesan tak kunjung menyingsing. Kesabaran menjadi tempat berakarnya semangat yang stabil.
  3. Dhyana (konsentrasi yang fleksibel): Dhyana adalah konsentrasi yang fleksibel, bukan konsentrasi yang kaku. Dengan memiliki konsentrasi yang fleksibel, kita akan mampu berpikir paralel sehingga, ketika berupaya dan berjuang keras untuk pencapaian kesuksesan, kita tidak akan sampai mengorbankan sendi kehidupan lainnya, misalnya walaupun sibuk berbisnis tetap tidak timpang membagi waktu untuk mengembangkan spiritualitas dan waktu bersama keluarga.
  4. Prajna (kebijaksanaan): Prajna adalah kebijaksanaan nyata, yang tidak teoritis dan dapat langsung memecahkan masalah di lapangan (Prajna is the ultimate art of win-win solution problem solving). Mereka yang telah mengembangkan Prajna, dipastikan akan mampu menapak kesuksesan yang gemilang karena kebijaksanaan ini bukanlah hanya kepintaran intelegensi semata, melainkan pada kemampuan penyeimbangan dan penyelarasan aksi fisik dengan kematangan mental. Prajna paramita yang luarbiasa ini, merupakan hasil otomatis ketika seseorang telah menerapkan kelima paramita sebelumnya.

lanjut —>