Usaha Benar dalam Buddhisme

Usaha Benar, atau disebut juga Daya Upaya Benar, adalah urutan ke-6 Jalan Mulia Berunsur Delapan, yang merupakan jalan kita untuk mencapai pencerahan. Usaha Benar (samma vayama), bersama Perhatian Benar dan Konsentrasi Benar, termasuk Samadhi dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan.

Sederhananya, Usaha Benar artinya melatih diri untuk mengembangkan kualitas baik dalam diri dan mengurangi kualitas yang buruk. Menurut agama Buddha, terdapat empat aspek dalam Usaha Benar, yaitu:

  1. Berusaha mencegah kualitas buruk untuk muncul – khususnya keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin.
  2. Berusaha memadamkan kualitas buruk yang telah muncul.
  3. Berusaha memunculkan kualitas baik yang belum muncul – khususnya murah hati, kasih sayang, dan kebijaksanaan (lawannya keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin).
  4. Berusaha mengembangkan kualitas baik yang telah muncul.

Mendukung Jalan Mulia Berunsur Delapan

Jika Anda membaca seluruh Jalan Mulia Berunsur Delapan, bisa dilihat bahwa Usaha Benar mendukung ketujuh bagian lainnya. Jalan Mulia Berunsur Delapan terdiri dari:

  1. Pandangan Benar
  2. Pikiran Benar
  3. Perkataan Benar
  4. Perbuatan Benar
  5. Mata pencahariaan Benar
  6. Usaha Benar
  7. Perhatian Benar
  8. Konsentrasi Benar

Sangat penting untuk memahami bahwa Jalan Berunsur Delapan bukanlah serangkaian langkah-langkah yang dikuasai satu per satu. Setiap aspek saling mendukung dengan yang lainnya, serta untuk melatih satu aspek dengan benar dibutuhkan latihan ketujuh aspek lainnya juga. Sebagai contoh, dalam Usaha Benar kita harus mengembangkan kebijaksanaan, yang tentunya hanya bisa kita pahami jika kita menguasai Pandangan Benar. Mengembangkan kualitas baik sambil membersihkan diri dari kualitas buruk berarti melaksanakan bagian etika dari Jalan Berunsur Delapan, yaitu Perkataan Benar, Perbuatan Benar, dan Mata pencaharian Benar.

Latihan “Benar”, Bukan Latihan Keras

Anda mungkin berpikir Usaha Benar artinya kita harus berusaha ekstra keras, tapi sebenarnya bukanlah begitu. Jangan lupa Jalan Tengah, yang artinya kita tidak boleh berusaha terlalu keras maupun terlalu anggap enteng. Jangan paksakan diri untuk berlatih hingga kelelahan. Sudah tidak benar jika Anda mulai merasa ogah-ogahan. Seperti yang dikatakan guru Zen Thich Nhat Hanh, “Empat Usaha Benar harus dilakukan dengan senang dan rela. Jika melatih Usaha Benar tidak membuatmu bahagia, berarti cara berlatih Anda sudah salah.”

Sang Buddha mengibaratkan melatih Jalan Berunsur delapan dengan alat musik petik. Jika senar terlalu longgar, alat musik tidak akan bersuara. Tapi jika senarnya terlalu ketat, alat musik akan rusak. Melatih Jalan Berunsur Delapa harus membawa kebahagiaan, bukan penderitaan.

Lima Rintangan

Saat membicarakan Usaha Benar, ada baiknya Anda juga mengenal tentang Lima Rintangan, yang dijelaskan dalam Nivarana Sutta, yaitu:

  1. Nafsu (kamacchanda)
  2. Kedengkian (vyapada)
  3. Kemalasan dan kelambanan (thina-middha)
  4. Kecemasan dan kekhawatiran (uddhacca-kukkucca)
  5. Keragu-raguan atau skeptis (vicikiccha)

Kelima halangan ini akan menghambat perkembangan Usaha Benar. Sang Buddha mengajarkan bahwa kesadaran – akan tubuh, sensasi, perasaan, dan batin – akan dapat mengatasi rintangan ini.